Kunjungi Pasar Legi, Mendag Pantau Harga Jelang Ramadhan



Sebarkan :


Views: 52

Solo- Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia (RI) Enggartiasto Lukita melakukan kunjungan kerja (kunker) di Pasar Legi, Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (6/3/2018)

Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk melihat kondisi fisik pasar tradisional serta melakukan pantauan harga jelang bulan suci umat Islam, Ramadan. Dari hasil pantauan, Mendag mengatakan sejumlah komoditas terpantau stabil.

"Hanya saja untuk beras masih fluktuatif. Sehingga pemerintah menugaskan Bulog untuk melakukan operasi pasar guna menekan harga di pasaran. Rakyat harus diberi perhatian. Karena itu berapa pun kebutuhan beras di masyarakat akan kita siapkan. Tujuannya agar menjelang Ramadan dan seterusnya harga beras bisa stabil," terangnya.

Terkait adanya beras impor dari Vietnam dan Thailand, pihaknya mengatakan hal tersebut tidak akan menggeser serapan beras dari petani lokal.

“Bulog tetap memprioritaskan penyerapan gabah dari petani” ujarnya.

Menteri Enggartiasto pun mengatakan pihaknya akan segera memasok semua pasar di Indonesaia dengan beras sebanyak mungkin. Sistemnya pun tidak dengan operasi pasar yang biasanya diterapkan, tetapi langsung memasukkan pasokan beras ke pasar. Meski begitu disinggung terkait stok beras nasional saat ini, dirinya enggan menguraikan secara detail.

“Pokoknya stok nasional kita sudah siap. Kami segera menggrojogi pasar dengan beras” ujarnya.

Menurut dia, Presiden Joko Widodo telah berpesan agar masyarakat tidak terbebani akibat harga beras yang terlampau tinggi.

"Apalagi sebentar lagi puasa jangan sampai beras harganya naik turun," katanya.

Ia pun menjamin bila panen petani lokal akan selalu diserap oleh Bulog. Menurutnya hal itu adalah tanggungjawab pemerintah menyerap beras produksi petani lokal dengan harga eceran tertinggi.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Subdivre III Surakarta, Titov Agus Sabelia, mengatakan untuk wilayah Soloraya operasi pasar (OP) masih akan berlangsung hingga akhir Maret ini.

Total beras medium yang digelontor ke lima pasar tradisional di Solo selama OP dua bulan ini sudah mencapai 70 ton. Bulog masih punya kesempatan hingga akhir bulan ini untuk menekan harga beras di pasaran.

Tags: