Kunjungi Asia, Menhan AS Fokus pada Isu LCS



Sebarkan :


Views: 149

[WASHINGTON] Menteri Pertahanan Amerika Serikat (Menhan AS), Jim Mattis, fokus pada pembahasan isu Laut China Selatan (LCS) dalam kunjungannya ke Asia Tenggara pekan ini. Mattis akan mengunjungi Indonesia dan Vietnam, karena menilai kedua negara berani mengambil sikap terkait klaim Tiongkok atas LCS.

Menurut Mattis, LCS menjadi isu penting karena dimanfaatkan Tiongkok untuk membangun kekuatan militer di kawasan Asia Pasifik. Tak hanya itu, Tiongkok juga dinilai menekan ekonomi mitra bisnis di Asia Tenggara, untuk mengalihkan perhatian dari pembangunan yang dilakukan Tiongkok di wilayah LCS yang disengketakan.

"Tiongkok telah menggunakan strategi predator ekonomi untuk mengintimidasi negara-negara tetangganya, di saat membangun instalasi militer di Laut China Selatan," demikian pernyataan resmi Pentagon, seperti dikutip Voice of America (VoA), Minggu (21/1).

Menurut Mattis, Indonesia dan Vietnam menjadi prioritas kunjungannya ke Asia Tenggara karena sedang memodernisasi militer dan menunjukkan kemauan yang lebih besar untuk menolak klaim Tiongkok terhadap wilayah LCS.

Pakar militer dari Universitas New South Wales di Canberra, Carl Thayer, mengatakan Mattis kemungkinan akan memusatkan pembahasan isu LCS dengan Vietnam. Pasalnya, Vietnam bukan sekutu Amerika, namun menunjukkan perkembangan pesat dalam kekuatan militer.

"Vietnam memiliki kebijakan pertahanan untuk tidak bersekutu, tidak ada wilayahnya yang menjadi pangkalan AS, dan tidak berkoalisi untuk melawan pihak ketiga. Jadi kita harus melihat kemana arah kemitraan antara AS dan Vietnam. Yang pasti modernisasi militer telah membuat Vietnam sangat kuat," Thayer.

Selain isu LCS, Pentagon menyatakan, lawatan Mattis juga akan memfokuskan pembahasan pada hal-hal yang menjadi prioritas pertahanan di kawasan Asia Tenggara, termasuk memberi tekanan yang lebih besar pada Korea Utara.

Mattis juga akan membahas strategi keamanan untuk mengantisipasi kepulangan para pejuang kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) ke negara asal mereka di Asia Tenggara, terutama dari Indonesia.

Pada akhir pekan lalu, Mattis menekankan ada perubahan kebijakan pertahanan AS. Negara itu tak hanya dokua pada perang melawan terorisme, tapi juga pada "rival yang memiliki kekuatan besar" seperti Tiongkok dan Rusia.

"Kami akan terus melanjutkan kampanye melawan teroris, namun melihat perkembangan akhir-akhir ini, ada kekuatan besar yang bukan terorisme yang menjadi fokus utama keamanan nasional Amerika," kata Mattis.


Sumber: Beritasatu.com 

Tags: