Kreatif! Pemuda Siluk Bangun Taman Bacaan di Kolong Jembatan



Sebarkan :


Views: 300

Bantul- Sekelompok pemuda asal Desa Siluk Imogiri Bantul terbilang sangat kreatif. Mereka mengubah kolong kolong jembatan Siluk yang dulunya kumuh dipenuhi dengan sampah, diubahnya menjadi ruang terbuka hijau.

Meskipun letaknya di bawah kolong jembatan, namun di tempat ini mulai dari anak-anak, remaja hingga para orang tua biasa menghabiskan waktu sore mereka dengan membaca beraneka macam buku bacaan.

Tempatnya yang teduh, membuat siapa saja betah berlama-lama singgah di tempat ini.

Aktifitas membaca semakin nikmat dengan sepoinya angin dan jernihnya air Sungai Oya yang mengalir semakin menambah keasrian tempat ini.

Dari cerita Kuat, penggagas taman bacaan ini, ide mengubah kolong jembatan menjadi perpustakaan ini muncul atas keprihatinan banyaknya sampah yang menumpuk di kolong jembatan ini.

“Ini berawal dari keprihatinan kami para pemuda di sini yang setiap hari melihat kawasan kolong jembatan di dusun kami yang kotor dan bau karena menjadi sasaran tempat pembuangan sampah liar dari warga luar daerah,” katanya, Sabtu (16/9/2017) sore.

Atas keprihatinan tersebut kemudian para pemuda setempat bersama-sama membersihkan kolong jembatan dan dimanfaatkan untuk taman bacaan dan perpustakaan.

“Kami menyebutnya dengan Jembatn Edukasi, ini untuk mengajak masyarakat peduli lingkungan, dan mengajak masyarakat gemar membaca, untuk menambah ilmu,” tambahnya.

Mulanya para pemuda menggalakan bersih-bersih sampah, dari bersih-bersih sampah itu para pemuda ini menyisihkan sampah yang mana yang bisa dijual.

Sampah yang bisa dijual itu diuangkan untuk tabungan bangun desa.

Taman bacaan ini hanya dibuka di hari Sabtu dan Minggu mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB.

Menarik memang bila melihat kondisi taman bacaan di kolong jembatan ini, bentuknya diubah menjadi perpustkaan persis pada umumnya.

Ada rak-rak untuk menata buku dan juga ada kotak boks bekas buah yang diaplikasikan sebagai bangku tempat duduk.

Di tempat ini pengunjung bisa leluasa memilih ratusan buku yang disediakan, mulai dari buku pelajaran, ilmu pengetahuan, buku cerita, buku dongeng, hingga komik.

Kata Kuat, buku-buku ini merupakan sumbangsih para donatur yang peduli akan literasi. Sebagian buku pula ada yang dibeli secara mandiri.

Tags: