KPK Tetapkan Kalapas Sukamiskin Tersangka Suap



Sebarkan :


Views: 32

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin Wahid Husen sebagai tersangka kasus dugaan pemberian fasilitas, perizinan dan lainnya di Lapas Sukamiskin, Sabtu (21/7) malam.

Tak hanya Wahid, status tersangka juga disematkan terhadap tiga orang lainnya, yakni Hendry Saputra yang merupakan orang kepercayaan Wahid; Fahmi Darmawansyah napi korupsi; dan Andri yang merupakan napi umum sekaligus napi pendamping untuk Fahmi. Penetapan ini dilakukan KPK setelah memeriksa intensif sejumlah pihak yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Bandung dan Jakarta pada Jumat (20/7) malam hingga Sabtu (21/7) dinihari.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta mengamankan empat orang tersangka," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (21/7) malam.

Wahid diduga menerima suap berupa uang dan dua mobil jenis Mitsubishi Pajero Sport Dakkar dan Mitsubishi Triton Exceed. Suap ini diberikan agar Fahmi mendapat fasilitas sel atau kamar. Tak hanya itu, suap ini juga diberikan agar Fahmi mendapat kemudahan untuk keluar masuk tahanan.

"Dalam kegiatan ini tim mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga terkait dengan tindak pidana, yaitu, dua unit mobil, uang total Rp 279.920.000 dan US$ 1.400, catatan penerimaan uang, dan dokumen terkait pengiriman mobil," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Wahid Husen dan Hendry Saputra yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 128 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-l KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Baca juga: KPK Turut Amankan Artis Inneke Koesherawati

Sementara Fahmi Darmawansyah dan Andri yang menyandang status tersangka pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001juncto Pasal 55 ayat (1) ke-l KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sumber: BeritaSatu.com

Tags: