KPK Tahan Keponakan Novanto di Rutan Guntur



Sebarkan :


Views: 129

Jakarta - Tim penyidik Komisi Pembetantasan Korupsi (KPK) menahan Irvanto Hendra Pambudi, keponakan mantan Ketua DPR, Setya Novanto, Jumat (9/3). Irvanto ditahan usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, Irvanto ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Pomdam Jaya Guntur untuk 20 hari pertama. Penahanan ini dilakukan untuk kepentingan penyidikan kasus e-KTP yang menjeratnya.

"(Ditahan) di Rutan Guntur selama 20 hari pertama," kata Febri saat dikonfirmasi.

Irvanto terlihat keluar ruang pemeriksaan sekitar pukul 19.00 WIB. Mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye, Irvanto enggan berkomentar apapun mengenai kasus yang menjeratnya saat dikonfirmasi awak media. Mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera itu memilih bungkam dan bergegas masuk ke mobil tahanan yang membawanya ke Rutan Guntur.

Diketahui, KPK menetapkan Irvanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP. KPK menduga Irvanto menampung uang sebesar USD 3,5 juta dari keuntungan proyek e-KTP yang diperuntukkan kepada Setya Novanto. Aliran uang kepada Novanto dilakukan secara berlapis dan lintas negara.

Tak hanya itu, Irvanto juga terlibat dalam proses pembahasan proyek e-KTP melalui PT Murakabi Sejahtera. Irvanto juga sempat mengikuti pertemuan di Ruko Fatmawati atau biasa disebut Tim Fatmawati untuk membicarakan proses lelang proyek senilai Rp 5,8 triliun tersebut. Meski Murakabi kalah lelang, perusahaan tersebut tetap terlibat dalam proyek e-KTP.

Irvanto juga diduga sudah mengetahui sejak awal soal fee sekitar lima persen dari nilai proyek e-KTP sebesar Rp 5,9 triliun untuk anggota DPR periode 2009-2014.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Irvanto dan Oka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sumber: BeritaSatu.com 

Tags: