KPK Segera Eksekusi Novanto ke Lapas Sukamiskin



Sebarkan :


Views: 65

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengeksekusi mantan Ketua DPR, Setya Novanto ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung. Eksekusi ini dilakukan lantaran pihak KPK maupun Novanto tak mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tipikor Jakarta yang menjatuhkan vonis 15 tahun pidana penjara terhadap terdakwa perkara korupsi proyek e-KTP tersebut.

"Untuk Setya Novanto tentu kita rencanakan (eksekusi) bisa dilakukan secepatnya ya, karena pihak kuasa hukum sudah tidak mengajukan banding, KPK pun menyatakan menerima putusan tersebut. Sekarang sedang proses administratif, saya kira dalam waktu dekat semoga minggu ini sudah bisa diselesaikan proses eksekusi, eksekusi pidana penjaranya tentu dilakukan ke Lapas Sukamiskin," kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (3/5).

Diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 15 tahun pidana penjara dan denda sebesar Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan terhadap Novanto. Tak hanya itu, Majelis Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan membayar uang pengganti sebesar USD 7,3 juta dikurangi uang yang telah dikembalikan kepada KPK sebesar Rp5 miliar subsider 2 tahun pidana penjara, dan pidana tambahan lainnya berupa pencabutan hak politik Novanto selama 5 tahun setelah menjalani pidana pokok.

Tak hanya eksekusi ke Lapas Sukamiskin, Febri mengatakan, pihaknya juga bakal mengeksekusi putusan terhadap Novanto lainnya, yakni denda dan pidana tambahan seperti uang pengganti dan pencabutan hak politik. Sejauh ini, Febri mengaku belum mendapat informasi terbaru mengenai uang pengganti tersebut. Dikatakan, berdasar aturan perundang-undangan jika uang pengganti tidak dibayarkan, KPK akan menyita aset-aset Novanto untuk memenuhi kewajiban tersebut.

"Kemarin yang sudah dititipkan pada proses kan Rp 5 miliar ya dan hakim juga menegaskan hukuman uang pengganti dikurangi uang yang dititipkan. Saya belum dapat informasi hingga saat ini terkait dengan pembayaran tersebut, tapi setelah eksekusi tentu ada waktu yang diberikan undang-undang ya, terpidana wajib membayar uang pengganti itu kalau tidak membayar atau tidak sanggup maka akan dilakukan penyitaan terhadap aset aset dari terpidana hingga dilakukan proses lelang untuk memenuhi uang pengganti tersebut," katanya.

Meski Novanto dieksekusi dan perkaranya berkekuatan hukum tetap atau inkracht, KPK menegaskan bakal terus mengusut kasus e-KTP. Termasuk menjerat Novanto dengan pasal pencucian uang jika ditemukan bukti adanya aset yang disamarkan. Tak hanya itu, KPK memastikan bakal menjerat pihak-pihak lain yang terlibat atau diuntungkan dari korupsi e-KTP.

"Kemungkinan pengembangan tentu tidak bisa ditutup ya sepanjang memang bukti yang nanti kita temukan. Saat ini KPK juga mendalami baik peran pihak lain ataupun dugaan tindak pidana selain korupsi seperti pencucian uang dan yang lainnya. Tentu kami harus memastikan itu dilakukan dengan hati hati dan itu juga cukup kuat untuk proses lebih lanjut," tegasnya.



Sumber: BeritaSatu.com
Tags: