KPK Mulai Periksa Saksi Meringankan Novanto



Sebarkan :


Views: 19

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima sejumlah nama saksi dan ahli yang diajukan Ketua DPR, Setya Novanto. Saksi dan ahli ini diharapkan Novanto dapat meringankannya terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang menjeratnya sebagai tersangka. KPK menjadwalkan memerika para saksi dan ahli meringankan tersebut mulai Senin (27/11) ini.

"Hari ini diagendakan pemeriksaan terhadap saksi dan ahli meringankan yang diajukan oleh pihak SN (Setya Novanto)," kata Jubir KPK, Febri Diansyah, Senin (27/11).

Febri menyatakan, panggilan pemeriksaan telah dilayangkan KPK kepada para saksi itu beberapa waktu lalu setelah pihak Novanto mengajukan permohonan saksi dan ahli meringankan. Diungkapkan, terdapat sembilan saksi dan dua ahli meringankan yang diajukan Novanto. Namun, dua saksi yang diajukan Novanto telah diperiksa KPK sebagai saksi dalam proses penyidikan kasus e-KTP ini.

"Sembilan saksi dan lima ahli yang diajukan. Dua saksi sudah diperiksa. Jadi secara total terdapat tujuh saksi dan lima ahli yang akan diperiksa," jelas Febri.

Febri masih enggan membeberkan nama dan identitas para saksi dan ahli meringankan Novanto ini. Febri hanya menyebut, para saksi ini seluruhnya merupakan politisi Partai Golkar baik yang menjadi anggota DPR, tenaga ahli Ketua DPR maupun pengurus Partai Golkar.

"Sementara ahli yang diajukan terdiri dari empat ahli pidana dan satu ahli hukum tata negara," katanya.

Febri mengatakan, pemeriksaan terhadap saksi dan ahli meringankan yang diajukan Novanto ini merupakan bentuk profesionalitas KPK. Penyidik menghormati hak tersangka dan mematuhi hukum acara yang tercantum dalam Pasal 65 KUHAP. Aturan ini menyebutkan, tersangka atau terdakwa berhak mengusahakan dan mengajukan saksi atau seseorang yang memiliki keahlian khusus guna memberikan keterangan yang menguntungkan bagi dirinya.

"Sebaliknya, kami ingatkan agar pihak SN juga beritikad baik untuk patuh pada hukum acara yang berlaku," tegasnya.

Sumber :Beritasatu.com 

Tags:

#kpk #setianovanto