KPK Dalami Aliran Dana Korupsi E-KTP untuk Rapimnas Golkar



Sebarkan :


Views: 24

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami adanya dugaan aliran dana dari korupsi proyek e-KTP untuk Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar.

Pendalaman ini dilakukan tim penyidik dengan menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie (ARB), Senin (2/7). Namun, ARB tak memenuhi panggilan penyidik dengan alasan sedang berada di luar negeri.

"Ya salah satunya itu (aliran uang e-KTP ke Rapimnas Partai Golkar). Itu informasi itu apa benar, karena semua informasi yang kami terima sudah barang tentu tidak bisa langsung (diterima)," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan di gedung KPK, Jakarta, Senin (2/7) malam.

Basaria mengungkapkan, tim penyidik sudah mengantongi informasi adanya aliran dana korupsi proyek e-KTP untuk Rapimnas Partai Golkar. Namun, kata Basaria, informasi itu perlu diklarifikasi dan diperiksa silang dengan bukti-bukti lain, salah satunya melalui pemeriksaan sejumlah saksi, seperti Aburizal Bakrie.

"Jadi memang ada yang katakan digunakan untuk kegiatan Golkar, jadi tidak bisa kalau si A katakan untuk gunakan ini lalu langsung kita ini (simpulkan) itu tidak bisa. Jadi harus ada konfirmasi," katanya.

Mantan Ketua DPR, Setya Novanto yang telah menjadi terpidana kasus e-KTP mengakui adanya aliran dana sebesar Rp 5 miliar dari korupsi proyek e-KTP untuk kepentingan Rapimnas Partai Golkar. Informasi itu diketahui Novanto dari keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo yang juga pengurus Partai Golkar.

Untuk mendalami hal ini, tim penyidik KPK memastikan akan menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap ARB yang kini menjabat Ketua Dewan Pembina Partai Golkar. ARB bakal kembali dipanggil untuk diperiksa tim penyidik pada pertengahan Juli mendatang.

Sumber: BeritaSatu.com

Tags: