KPAI Kutuk Guru Penganiaya Siswa SMP di Pangkalpinang.



Sebarkan :


Views: 26

Jakarta - Kekerasan guru terhadap siswa kembali terjadi. Dalam video yang viral di dunia maya, terlihat okum guru melakukan kekerasan kepada siswa SMP di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung. Komisi Perindungan Anak Indonesia (KPAI) mengutuk perilaku oknum guru yang bernama Ma’in. Pasalnya, kekerasan tersebut menyebabkan siswa SMPN berinisial RHP kini terbujur lemah di IGD RSUD Kota Pangkalpinang.

Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti, mengatakan, setelah diamati dari video yang viral tersebut. Kekerasan yang terjadi dilingkungan sekolah ini dipicu hal sepele. Korban dianggap tidak beretika dengan sengaja memanggil nama si guru tanpa menggunakan kata “Pak”.

“Ini sudah masuk kategori penganiayaan berat, karena tidak sekedar di tampar, tetapi siswa pun dibenturkan kepalanya ke dinding. Diduga akibat benturan tersebut, ananda korban mengalami sakit di kepala,” kata Retno melalui keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Senin (6/11).

Lanjut Retno, selain sadis, oknum guru ini pun melakukan aksi kekerasannya di hadapan siswa yang lain. Aksinya sempat upaya dilerai oleh siswa yang lain, tetapi sang guru malah makin meningkatkan aksinya kekerasannya. Bahkan, terjadi juga pelemparan kursi.

Rento menilai, perilaku guru tersebut sangat membahayakan bagi keselamatan psikologis dan fisik anak-anak karena tak mampu mengontrol emosi. Untuk itu KPAI mendesak dinas setempat melakukan secara kepegawaian, apakah masih patut menjadi guru.

Mantan Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) ini juga mengatakan, untuk menyikapi kasus ini, KPAI hari ini, Senin (6/11) akan melakukan pengawasan langsung dengan menemui Mendikbud, Muhadjir Efedny dan jajarannya di Kantor Kementerian Pedidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Dijelaskan Retno, pertemuan dengan jajaran pejabat Kemdikbud karena dalam empat bulan terakhir, bidang pendidikan KPAI banyak menerima pengaduan terkait kasus kekerasan di pendidikan. Bahkan penanganan kasus kekerasan di sekolah mencapai angka 34 persen dari total kasus yang diterima terhitung sejak pertengan Juli- awal November 2017. Ada pun wilayah kejadian meliputi DKI Jakarta, Sukabumi, Indramayu, Bekasi, Bangka Belitung, Kota Medan, Padangsidempuan, Muaro Jambi, Lombok Barat, Aceh. Dan lain-lain.

“Pertemuan dengan jajaran mendikbud penting dilakukan untuk melakukan koordinasi secara penanganan kepegawaian bagi guru pelaku. Selain itu, koordinasi dengan Dinas Pendidikan daerah juga penting dilakukan terkait evaluasi Sekolah Ramah Anak (SRA),”ujarnya.

Selanjutnya, Retno mengatakan, KPAI akan berkoordinasi dengan Kementerian PPPA, Dinas Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) dan P2TP2A Pangkal Pinang untuk membantu pemulihan trauma healing bagi korban secara psikologis. Selain itu, KPAI juga akan berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), apabila keluarga membawa kasus ini ke jalur hukum.

Secara terpisah, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud, Hamid Muhammad mengaku sedang melakukan koordinasi dengan kepala dinas pendidikan (Kadisdiik) Pangkalpinang untuk klarifikasi.

“Saya sedang koordinasi dengan Kadisdik Pangkalpinang untuk klarifikasi agar guru yang bersangkutan diproses,” katanya melalui pesan singkat.


Sumber: BeritaSatu.com

Tags: