Konten Porno di WA, Risma Minta Sekolah Rutin Pantau Handphone Siswa



Sebarkan :


Views: 16

Surabaya-Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta pihak sekolah untuk terus menggencarkan pemeriksaan handphone yang dibawa anak didiknya selama di lingkungan sekolah. Hal ini berkaitan dengan adanya konten porno yang muncul di aplikasi WhatsApp dan bisa disaksikan oleh siapapun, khususnya anak-anak.

"Kita rutin melakukan kontrol bersama Kominfo dan Satpol PP Kota Surabaya terhadap konten - konten itu (konten porno di aplikasi WhatsApp, red)," kata Risma saat usai membuka Pameran Pendidikan Widya Wahana 2017 di Convention Hall Jalan Arif Rahman Hakim Surabaya, Selasa (7/11/2017)

Menurut Risma, melakukan kontrol konten - konten yang berbau pornografi bukan hanya di lingkungan sekolah. Melainkan secara keseluruhan dan diantisipasi secara bersama. "Karena anak-anak itu masih mengikuti anjuran saya, yaitu tidak membawa Handphone di sekolah," imbuhnya.

Hal ini ditegaskan Risma lantaran pihaknya tidak ingin para generasi penerus bangsa menjadi hancur, terutama terhadap perkembangan seorang anak. "Saya ngomong gini bukan 'wah' atau melip, tapi coba bayangin seorang anak masa depannya menjadi hancur gara-gara konten itu," tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya, Ikhsan juga menegaskan bahwa sekolah sudah rutin melakukan kontrol terhadap konten - konten yang Ada di handphone anak-anak. "Kita memang rutin melihat dan mengecek setiap handphone yang dibawa anak. Waktu Minggu lalu turun itu sama sekali tidak ada temuan," katanya.

Bahkan, lanjut Ikhsan, beberapa siswa sudah sepakat dengan orang tua dan sekolah untuk tidak membawa Handphone selama sekolah berlangsung. "Justru sekarang ini penguatan bagaimana anak-anak bisa tahu mana yang bisa dilakukan dan tidak. Mana yang baik dan tidak. Nah, itu sekarang yang kami kembangkan bersama guru-guru kita bersama sekolah. Dan orang tua kami minta memberikan pengarahan. Jangan sampai orang tua kalah canggih dengan anaknya," terangnya.

Ikhsan mengungkapkan, memang saat ini Pemkot Surabaya tengah mengembangkan pembelajaran digital (digital learning) bagi para siswa. Dengan tujuan agar siswa siap menghadapi Ujian - ujian sekolah berbasis online. Seperti Ujian Sekolah (US), Ujian Tengah Semester (UTS), sampai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). "Pembelajaran digital perlu diawasi adalah konten - konten negatifnya baik yang digunakan melalui Smart Phone ataupun tablet dan dibutuhkan pengawasan para guru," terangnya.

Tags: