​Khofifah Bakal Basmi Kartel Sembako 'Nakal'



Sebarkan :


Views: 20

Surabaya-Sembako kerap mengalami fluktuasi harga di hari-hari tertentu. Salah satu faktornya adanya kartel yang menimbun stok barang sehingga menimbulkan sepinya persedian barang.

Demi membasmi kartel atau penimbun, calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ingin menyiapkan gudang khusus sembako. Selain meminimalisir permainan harga, gudang juga bisa menjaga stabilitas ketersediaan sembako.

"Apa yang menimbulkan inflasi itulah yang perlu dilakukan penetrasi. seyogyanya ada warehouse ada gudang. Ini akan memberi penetrasi dari kemungkinan spekulan menimbun barangnya karena pedagang lebih aman bisa ada kepastian," kata Khofifah di Pasar Pabean, Surabaya, Kamis (3/5/2018)

"Ada beras dengan stok yang bagus, ada gula dengan stok yang bagus, ada minyak goreng dengan stok yang bagus, ada telur dengan stok yang bagus. Itulah sembako yang kadang mengalami dinamika," lanjutnya.

Selain itu, gudang juga bisa menjaga kualitas barang dan memangkas rantai distribusi barang. Sehingga harga barang bisa lebih murah dan ramah untuk masyarakat.

"Akan memberi kepastian, mudah diakses, dan pasti lebih murah, kalau stoknya di pasar tradisional. Itu juga akan memutuskan kemungkinan pedagang untuk menjadi spekulan karena sudah siap gudang di pasar pasar trsdisional," ujarnya.

Jelang bulan ramadhan dan lebaran memang kerap diikuti dengan kenaikan harga barang pokok. Adanya kenaikan harga biasanya disebabkan lantaran adanya penimbunan oleh pedagang bahan pokok. Khofifah memiliki ada solusi yang bisa dilakukan pemerintah agar masalah tahunan itu tidak terus terjadi.

Solusi yang dicanangkan dalam program Khofifah adalah pembangunn warehouse di dalam pasar tradisional. Warehouse atau gudang itu akan menghilangkan kekhawatiran dan upaya pedagang melakukan penimbunan.

"Saya ingin pasar tradisional itu disiapkan gudang. Gudang ini sebagai proteksi barang agar mereka dapat lebih cepat dengan kualitas terjaga sehingga tidak ada penimbunan oleh pedagang karena gudngnya dekat, di dalam pasar," katanya.

Dikatakan wanita yang juga mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Abdurrahman Wahid ini, pedagang menimbun barang karena tidak tenang. Jika ada warehouse mereka tidak akan ada alasan untuk menimbun dan tidak ada spekulasi harga barang naik.

Warehouse ini dikatakan Khofifah akan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi dengan biaya pengadaan dari pemerintah provinsi. Sehingga pasar-pasar dan juga pedagangnya akan mendapatkan proteksi.

"Selain itu yang juga saya gencarkan adalah penyediaan agen bank penyalur kredit usaha rakyat. Sebanyak 95 persen pasar di Jawa Timur sudah saya kunjungi. Namun saya belum menemukan ada agen bank penyalur KUR," ucap Khofifah.

Pihaknya mengaku sudah melakukan komunikasi dengan yang berwenang agar ada regulasi agar agen bank pemerintah bisa masuk ke asar tradisional dan menyediakan KUR dengan bunga murah. Yaitu bunga yang hanya 7 persen setahun.

"Ini kredit murah, yang disubsidi oleh pemerintah pusat. Pedagang kita sangat terbantu kalau bisa mengakses KUR, agar tidak terjerat oleh bank rente," pungkas Khofifah.

Selama blusukan ke Pasar Pabean, Khofifah dibuat rebutan oleh pedagang dan juga pembeli serta masyarakat sekitar pasar. Mereka berebut agar bisa salaman dan berfoto dengan cagub yang berpasangan dengan Emil Elestianto Dardak itu. 

Tags: