Kasus Pencucian Uang, Mantan Auditor BPK Dihukum 7 Tahun Penjara



Sebarkan :


Views: 114

Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis tujuh tahun penjara terhadap mantan Auditor Utama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rochmadi Saptogiri. Tak hanya itu, mantan auditor utama keuangan negara III BPK itu juga didenda sebesar Rp 300 juta subsider empat bulan kurungan.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menilai Rochmadi terbukti bersalah menerima suap sebesar Rp 240 juta. Suap tersebut diterima Rochmadi terkait pemberian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap laporan keuangan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemdes PDTT).

"Menjatuhkan pidana penjara selama tujuh tahun dan denda Rp 300 juta subsider empat bulan kurungan," kata Ketua Majelis Hakim, Ibnu Basuki di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/3).

Tak hanya suap terkait opini WTP Kemdes PDTT, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta juga menyatakan Rochmadi terbukti melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) untuk menyamarkan uang hasil korupsinya. Rochmadi terbukti menyamarkan uang hasil korupsi melalui pembelian sejumlah ase‎t yang salah satunya yakni berupa mobil Oddysey.

Majelis Hakim menilai perbuatan Rochmadi tidak mendukung program pemerintah yang sedang gencar melakukan pemberantasan korupsi sebagai hal yang memberangkatkan. Sedangkan pertimbangan yang meringankan yakni Rochmadi dianggap telah berlaku sopan selama persidangan, belum pernah dihukum, serta memiliki tanggungan keluarga. Hakim juga menyatakan, Rochmadi berjasa kepada negara karena menjadi Auditor BPK.

Vonis terhadap Rochmadi ini lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa KPK. Rochmadi sebelumnya dituntut hukuman 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp 300 juta subsider enam bulan kurungan.

Sumber: BeritaSatu.com

Tags: