​Kampanye di Fasilitas Pemerintah Kembali Dilanggar



Sebarkan :


Views: 107

Surabaya- Kegiatan car free day (CFD) di Taman Bungkul diduga kembali jadi ajang kampanye terselubung dalam pertarungan Pilkada serentak di Jawa Timur. Padahal, fasilitas pemerintah yang dibiayai APBD tersebut dilarang ada tunggangan politik apapun.

Namun, Minggu pagi (11/3/2018) puluhan orang yang mengatasnamakan Pakhem (Pemuda Khusus Era Milenial) membentangkan banner bertuliskan "Menyambut Pilkada Serentak 2018. Ojok sampek kepecah belah perkoro bedo pilihan. Sopo wae pilihanmu, Jatim kudu tetep SIJI".

Selain itu, para pengunjung yang melintas pun diminta membubuhkan tanda tangan. Tua, muda hingga anak-anak berebut spidol untuk tanda tangan agar bisa mendapatkan souvenir dan balon yang sudah disediakan Pemuda Pakhem. Suara pria dengan menutup matanya dengan kain hitam masih terus menyuarakan 'SATU'.

Koordinator kegiatan Pemuda Pakhem, Achmad Thufeil Effendi ketika ditanya apakah ada ajakan kepada masyarakat untuk memilih paslon nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak, dibantah. "Kita harus tetap kembali satu. Kalau ada yang beranggapan seperti itu, mungkin hanya persepsi masyarakat sendiri saja," elaknya.

Menurut dia, kegiatan kali ini adalah untuk mengajak seluruh warga masyarakat Jatim dan Indonesia agar tidak terpecah belah. Pasalnya, kata pria bertopi tersebut kondisi sekarang ini sedang 'darurat merah'. Isu-isu pemecah belah dinilai sangat banyak bermunculan. "Nah, momentum ini berdekatan dengan pilkada. Kita Pemuda Pakhem berpesan agar pemuda jangan sampai apatis politik. Kita harus menjadi satu," ucapnya.

Impact yang diharapkan, lanjut Achmad Thufeil, para pemuda tidak lagi bersikap apatis. Adanya tagline SIJI, ia mengelak bahwa adanya penggiringan masyarakat ke salah satu paslon. "Tagline 'SIJI' itu kita mengarahkan dan tidak menggiring. Intinya kita mengajak pada saat pilkada, siapapun Gubernurnya jangan sampai berlarut-larut perdebatan ini. Kita harus tetap kembali satu," jelas dia.

Bahwasannya, undangan yang telah menyebar liar melalui jejaring sosial media menyebutkan bahwa Pemuda Pakhem adalah singkatan dari Pemenangan Khofifah-Emil dengan mengusung tema Budoyo Rukun. Dengan agenda Program Social Experiment Pemuda Pakhem yang diinisiatori oleh AL maarij. "Untuk sementara ini bukan. Undangan yang ada ini adalah miss komunikasi karena yang kita kampanyekan bukan Khofifah-Emil. Tetapi persatuan dan kesatuan," ungkapnya.

Sementara, Ferry AL Maarij selaku inisiator Pemuda Pakhem mengatakan bahwa kegiatan kecil ini bisa berdampak besar. "Besar untuk tidak terpecah belah," pungkasnya.

Tags: