​Kalapas Klaten Minta Menko Polhukam Pertimbangkan Pemindahan ABB



Sebarkan :


Views: 109

Klaten- Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Indonesia, Wiranto mengungkapkan pemerintah akan memindahkan terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Baasyir dari Lapas Gunung Sindur Bogor ke Lapas Klaten.

Menanggapi rencana tersebut, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II B Klaten, Budi Priyanto meminta kepada Menteri Wiranto untuk mempertimbangkannya kembali.

Menurutnya, Lapas Klaten kurang representatif untuk menerima pemindahan Abu Bakar Ba'asyir, karena Lapas Klaten belum memiliki dokter khusus untuk menangani kondisi Abu Bakar Ba'asyir yang sedang sakit.

“Fasilitas sarpras (sarana dan prasarana) dan dokternya yang kami tidak punya. Dalam kondisi sepuh (tua) dan sakit tentu saja memerlukan perhatian khusus. Kan ini masalah kemanusiaan” ujarnya.

Selain terbatas dalam hal sarana dan prasarana kesehatan, Lapas Klaten juga terbatas dalam hal ruang besuk.

"Pembesuk ABB (inisial Baasyir) jelas akan lebih ekstra. Yang sudah-sudah, saat di Nusakambangan yang besuk cukup banyak. Banyak hal yang akan terjadi jika itu (pemindahan Ba'asyir ke Lapas Klaten) dipaksakan,"tambahnya.

Jumlah petugas di Lapas Klaten sebanyak 102 orang, 18 orang di antaranya berstatus calon pegawai. Daya tampung Lapas Klaten standarnya hanya 144 orang. Namun, Lapas Klaten saat ini menampung 237 narapidana. Lapas Klaten juga tidak memiliki ruang tahanan khusus.

"Dalam kondisi normal seperti sekarang, Lapas Klaten sudah over capacity. Apalagi kalau dalam keadaan emergency. Kalau bicara humanis, tidak tega orang tua yang sakit dipaksakan di sini. Kasihan," kata Budi.

Apabila pemerintah tetap memindahkan ke Lapas Klaten, dirinya mengaku tidak dapat berbuat banyak.

“Kondisi di lapangan sudah saya jelaskan. Kalau perintah dari Kakanwil berarti segala risiko yang akan terjadi beliau sudah paham," ujarnya.

Ia juga memaparkan apabila pemindahan Abu Bakar Ba'asyir tetap dilakukan di Lapas Klaten, Budi akan menempatkannya di ruang Poliklinik Lapas.

"Semua personel yang ada semua kami libatkan untuk pengamanan. Kami juga akan koordinasi dengan Polres dan Kodim," ungkapnya.

Tags: