Jumlah Pesawat Operator Penerbangan Ditaksir 920 Unit.



Sebarkan :


Views: 36

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan jumlah pesawat seluruh operator penerbangan nasional mencapai 920 unit pada akhir 2017 ini.

"Maskapai-maskapai penerbangan nasional, baik yang memegang AOC (air operator certificate/sertifikat operator penerbangan) 121 maupun 135, dalam tiga tahun ini terus menambah jumlah pesawatnya," jelas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemhub Agus Santoso dalam keterangan tertulis, Minggu (22/10).

Untuk diketahui, AOC 121 diberikan kepada operator yang menjalankan pesawat secara komersial dengan kapasitas lebih dari 30 kursi serta memiliki kemampuan mengangkut beban (payload) lebih dari 3.409 kg. Sedangkan, AOC 135 dipegang oleh operator yang menjalankan pesawat maupun helikopter secara komersial, baik carter ataupun berjadwal, dengan kapasitas kursi sama dengan atau di bawah 30 kursi dan payload maksimum 3.409 kg.

Agus menambahkan, pada 2015, jumlah pesawat yang terdaftar di Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sebanyak 866 pesawat berbagai jenis. Jumlah itu bertambah sebanyak 37 unit pada 2016 menjadi 903 pesawat. Sementara itu, Kemhub memperkirakan penambahan pesawat sejumlah 17 unit atau menjadi 920 armada berbagai jenis pada 2017.

Lebih Sedikit
Di sisi lain, Ketua Bidang Penerbangan Berjadwal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Bayu Susanto menyatakan, jumlah armada baru pada tahun ini yang didatangkan operator-operator penerbangan nasional, lebih sedikit ketimbang tahun lalu.

Menurutnya, hal tersebut disebabkan kapasitas tempat parkir pesawat serta slot penerbangan yang tersedia di bandara-bandara besar semakin terbatas. Maskapai berpikir dua kali untuk mendatangkan pesawat baru.

"Kondisi antara suplai kapasitas kursi dengan permintaan juga sekarang ini sudah mendekati ekuilibrium," terang Bayu.

Lebih lanjut, Bayu memprediksi, tren penambahan pesawat belum tumbuh signifikan pada 2018 mendatang dan hal ini juga terjadi secara global. Beberapa operator penerbangan di dunia, sambung Bayu, menunda pemesanan maupun pengiriman pesawatnya.

"Tahun depan tidak beda jauh dengan tahun ini. Gejala ini bukan hanya di Indonesia tapi di negara-negara lain juga, di mana order (pemesanan) dan delivery (pengiriman) pesawat banyak ditunda," pungkasnya.

Sumber: BeritaSatu.com

Tags:

#Armadapesawat #Penerbangan