Jonan Resmikan 21 Unit Pembangkit Listrik dan 12 Sumur Bor di NTT



Sebarkan :


Views: 53

Kupang - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan meresmikan sejumlah proyek pembangkit listrik dan sumur bor di Batu Nirwala, desa Welai Timur, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor (NTT), Sabtu (24/3). Terdapat 21 unit pembangkit listrik energi terbarukan dan 12 sumur bor.

Sesuai rincian, 21 unit pembangkit listrik energi terbarukan tersebar di 21 desa pada lima kabupaten, yaitu Alor, Rote Ndao, Sumba Barat Daya, Sumba Timur dan Sumba Tengah. Proyek itu dikerjakan menggunakan anggaran yang bersumber dari APBN tahun 2016/2017, sebesar Rp 113,8 miliar.

Sedangkan jenis proyek pembangkit listrik yang dibangun Kementerian ESDM itu, adalah 2 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Bandara, 3 unit PLTS Terpusat dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) sebangak 16 unit. Total kapasitas 21 unit pembangkit listrik energi terbarukan 1.516 kilowatt (KW) yang mampu mengaliri listrik kepada 2.737 kepala keluarga (KK).

Jonan mengatakan pada dasarnya pembangunan 21 unit pembangkit listrik energi terbarukan untuk memberikan pelayanan yang berkeadilan sosial, sebagaimana yang dianjurkan Presiden Joko Widodo.

"Saya minta dukungan para Bupati dan Walikota juga Forkopimda untuk membantu memberikan perhatian akan pelayanan kelistrikan dan air kepada masyarakat. Saya juga minta Pak gubernur untuk mengusulkan pembangunan sumur bor bagi semua wilayah di NTT ke Kementerian ESDM untuk tahun anggaran berikut," ucap Jonan.

Selanjutnya sebanyak 12 sumur yang tersebar di delapan kabupaten di NTT juga menggunakan dana bersumber dari APBN, sebesar Rp 5,2 miliar. Dari hasil pekerjaan ini dapat menghasilkan air kepada 2.800 jiwa per sumur. Pelaksanaan pekerjaan sumur bor tersebut dilakukan sejak tahun 2016 hingga 2017, dengan tujuan agar bisa langsung digunakan oleh masyarakat.

Gubernur Frans Lebu Raya yang hadir dalam peresmian, melalui sambutannya menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah kepada masyarakat di NTT. "Saya akui, NTT memang masalah utamanya listrik dan air. Hal ini menjadi pergumulan kami, bagaimana mengatasi kesulitan air untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat," ungkapnya.

Dikatakannya, pembangunan bendungan memang penting juga tapi bendungan menelan biaya yang sangat besar dan tidak mungkin dibangun di seluruh NTT. Sehingga diperlukan sumur bor, demikian juga EBT. Sebab, ujar Frans Lebu Raya, NTT memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi bagi provinsi ini dalam bidang EBT.

"Kami punya tenaga surya yang luar biasa, tenaga bayu, tenaga air, tenaga arus laut dan juga Pak menteri telah menetapkan Flores sebagai pulau panas bumi. Sehingga bagaimana dieksplor untuk kepentingan energi listrik di NTT," jelas Lebu Raya.

Acara peresmian juga dihadiri sejumlah pejabat antara lain, Pjs Bupati Alor Benyamin Lola, Direktur Jenderal Energi Baru dan Terbarukan (EBT) Rida Mulyana, Kepala Badan Biologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar, Pemimpin Redaksi Metro TV Don Bosco Salamun, Piter Gero (Kompas) dan Primus Dorimulu (Pemimpin Redaksi Suara Pembaruan dan Investor Daily.

Sumber: BeritaSatu.com

Tags: