Jokowi Berpasangan dengan Prabowo, Banyak yang Akan Gigit Jari



Sebarkan :


Views: 24

Jakarta - Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Maruarar Sirait menyebutkan, bakal banyak pihak yang "gigit jari" jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpasangan dengan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Bahkan, kata pria yang biasa disapa Ara itu, banyak pihak yang mendoakan hal tersebut tidak terjadi.

"Iya, banyak yang bakal gigit jari jika Jokowi bersama Prabowo nanti. Banyak juga yang berdoa hal itu tidak terjadi," ujar Ara seusai diskusi bertajuk "Pemilu dan Biaya Politik" di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Jumat (20/4). Ara mengatakan, Jokowi itu identik dengan PDIP dan Prabowo identik dengan Partai Gerindra. Menurut dia, jika kedua tokoh ini bersatu maka pasti menang dan PDIP serta Gerindra akan mendapat suara terbanyak.

"Ini baru pertama kali pilpres bersamaan dengan pileg. Saya yakin, kalau terjadi (persatuan) Jokowi dan Prabowo, PDIP dan Gerindra akan mengalami kenaikan suara yang sangat besar," kata dia. Ara juga menyebutkan bahwa realitas politik saat ini, Jokowi dan Prabowo merupakan dua figur yang memiliki tingkat elektabilitas tinggi. Jika keduanya bersatu maka kans untuk memang sangat besar.

"Apalagi, keduanya mempunyai hubungan yang sangat baik. Ketika Pilpres 2014, Prabowo-Hatta kalah, saya kemudian datang ke Prabowo mengantar undangan pelantikan. Pak Prabowo datang ke MPR ikut pelantikan. Ini contoh dua tokoh hebat, yang mengerti kapan waktu bertarung dan waktu bersatu. Mereka berjiwa besar," ujar dia.

Meskipun demikian, peluang Jokowi bersama Prabowo masih sama. Pasalnya, politik sangat dinamis dan cair. Namun, Ara yakin bahwa jika keduanya bersatu pasti menang. "Keduanya ini figur, kemudian didukung dua partai besar. Jaringannya juga sangat kuat, mulai dari jaringan tokoh, kaum muda, termasuk para tokoh agama. Yang jelas, bandul politiknya, terletak pada Jokowi dan Prabowo," ujar dia.

Sekarang, lanjut Ara, tergantung Jokowi dan Prabowo, apakah keduanya mau atau tidak untuk bersatu. Kemudian, kata dia, juga sangat bergantung kepada kerelaan parpol untuk mengawinkan kedua tokoh ini.

Sementara Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya mengatakan, memang ada peluang Jokowi dan Prabowo bersatu. Namun, dia memandang peluang tersebut sangat kecil. "Peluang itu ada, tetapi sangat kecil. Karena, dua tokoh ini merupakan figur sentral yang bisa bertarung lagi di Pemilu 2019. Kalau keduanya bertarung lagi, maka bisa kelihatan rekam jejaknya. Selama lima tahun Prabowo di oposisi dan Jokowi di pemerintahan dengan revolusi mental dan Nawacita, apakah ini masih diterima oleh rakyat atau sudah tidak diterima oleh rakyat," ujar Willy.

Sumber: BeritaSatu.com

Tags: