Jambi Diselimuti Asap, Penerbangan Terganggu



Sebarkan :


Views: 14

Jambi - Asap yang diduga bersumber dari kebakaran hutan dan lahan menyelimuti wilayah Kota Jambi dan sekitarnya, Senin (4/12) pagi. Asap yang bercampur dengan kabut tersebut menyebabkan jarak pandang terbatas hanya sekitar satu kilometer. Terbatasnya jarak pandang tersebut menyebabkan jadwal penerbangan di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Kota Jambi terganggu.

Pantauan SP di Bandara STS Kota Jambi, Senin (4/12) pagi hingga pukul 07.30 WIB tidak ada pesawat yang mendarat akibat asap bercampur kabut. Kemudian asap dan kabut tebal juga membuat pesawat yang seharusnya berangkat dari Bandara STS Kota Jambi pukul 06.00 WIB terpaksa menunda penerbangan.

Sementara itu pantauan SP di Sungai Batanghari, Senin pagi masih normal kendati jarak pandang di sungai itu terbatas hanya satu kilometer. Kapal–kapal motor, kapal cepat (speedboat) dan kapal kecil pengangkut barang dan penumpang masih tetap beroperasi di Sungai Batanghari.

“Kegiatan kapal di sungai ini masih tetap normal walaupun asap tebal membatasi jarak pandang hingga satu kilometer. Namun kami harus hati-hati agar tidak terjadi kecelakaan akibat menabrak balok-balok kayu yang hanyut di sungai,” kata Arlis (40), seorang pengemudi kapal motor di pelabuhan Angso Duo, Kota Jambi.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah mengatakan, asap yang menyelimuti Kota Jambi dan sekitarnya diduga berasal dari pembakaran lahan dan pekarangan. Asap tampak tebal karena bercampur dengan kabut. Kabut dan asap tersebut biasanya akan menghilang siang hari karena adanya panas matahari dan tiupan angin.

“Asap dan kabut tebal memang tampak menyelimuti Kota Jambi Sani pagi. Namun kami belum mendapatkan laporan mengenai adanya kebakaran hutan dan lahan skala besar di Jambi hingga Senin pagi. Karena itu perkiraan kami, asap yang menyelimuti Kota Jambi diduga berasal dari pembakaran lahan dan pekarangan,” katanya.

Menurut Bachyuni Deliansyah, pihaknya tetap meningkatkan pencegahan kebakaran hutan dan lahan kendati saat ini Jambi memasuki musim hujan. Pencegahan kebakaran hutan dan lahan dilakukan secara intensif agar tidak ada petani dan pengusaha yang melakukan pembakaran dalam pembukaan maupun pembersihan lahan.

Sementara itu Monadi (45), petani Desa Pancoran, Kecamatan Petaling, Kabupaten Muarojambi menjelaskan, beberapa petani di desanya banyak yang melakukan pembakaran lahan dua hari terakhir menyusul tidak turunnya hujan di daerah itu.

“Namun pembakaran lahan yang dilakukan petani hanya dalam skala kecil, sehingga tidak sampai menyebarkan asap yang banyak. Pembakaran lahan juga tidak sampai meluas karena semak belukar masih basah akibat hujan yang turun di daerah itu dua pekan terakhir,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Jambi, Johansyah mengatakan, Gubernur Jambi, Zumi Zola tetap meminta para pengusaha, petani dan dinas instansi terkait mewaspadai dan mencegah kebakaran hutan dan lahan kendati Jambi saat ini masih musim hujan.

Pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Jambi tetap dilakukan setiap saat, baik musim hujan maupun kemarau, karena Jambi sudah mendapatkan dana siap pakai sekitar Rp 4 miliar untuk pencegahan penanggulangan kebakaran hutan.

“Penerima dana tersebut, yaitu seluruh pemangku kepentingan dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta pemerintah kabupaten. Jadi, tidak ada istilah pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dihentikan karena musim hujan. Pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Jambi harus dilakukan setiap saat sepanjang tahun,”katanya.

Dijelaskan, para penerima dana pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Jambi tahun ini, yakni Korem 042/ Garuda Putih dengan jumlah dana Rp 298 juta, Kepolisian Daerah Jambi (Rp 232 juta), Kabupaten TanjungjJabung Timur sebesar (Rp 481 juta) dan Kabupaten Tanjungjjabung Barat ( Rp 295 juta). Kemudian Kabupaten Muarojambi sekitar Rp 173 juta, Batanghari (Rp 443 juta), Tebo (Rp 587 juta), Sarolangun (Rp 501 juta) dan Kabupaten Merangin (Rp 297 juta).

"Dana siap pakai tersebut harus dioptimalkan membantu kelancaran tugas Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi di setiap lini. Dengan demikian pencegahan dini kebakaran hutan dan lahan dapat dilakukan di setiap kabupaten,” katanya.

Sumber : Beritasatu.com 

Tags:

#jambi