Indonesia Kurang Sirkuit Berstandar Internasional, 3 Prov Ajukan Diri



Sebarkan :


Views: 228

Jakarta - Rencana Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP 2017 kandas dikarenakan tidak disetujui pemerintah perihal anggaran yang terlalu besar dan juga disatu sisi pihak Dorna selaku otoritas penyelenggara menyatakan bahwa sirkuit Sentul, Bogor belum memenuhi standar penyelenggaraan Grand Prix MotoGP. Namun dibalik kekgagalan tersbut, pemerintah Indonesia tetap optimis untuk bisa mengupayakan hal tersebut.

Terbukti, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengungkap sudah ada tiga provinsi yang mengajukan untuk membangun sirkuit di daerahnya masing-masing. Ia pun berharap pabrikan otomotif bisa ikut berkontribusi.

Hal tersebut diungkapkan Menpora disela-sela elepasan pebalap Ali Adrian menuju World Supersport 300 (WSSP)Championship 2017 yang akan digelar akhir Maret mendatang. "Saat ini, ada tiga provinsi yang sudah mengajukan diri untuk pembangunan sirkuit," kata Imam di media center Kemenpora, Kamis (2/2/2017).

"Saya mengajak kepada para pabrikan ikut mendukung atau memberi sumbangsih nyata dalam menyiapkan infrastruktur di tanah air. Seperti diketahui Indonesia masih kekurangan sirkuit," tuturnya.

Menurut Imam, dengan banyaknya ketersediaan fasilitas sirkuit maka pebalap-pebalap muda berpotensi bisa dengan leluasa berlatih di tanah air tanpa harus ke luar negeri. Ia pun mencontohkan Ali Adrian. "Kami ingin Ali Adrian tidak hanya berlatih di Spanyol. Jika adanya sirkuit internasional di Indonesia dia bisa berlatih di sini," ungkap dia.

Satu-satunya sirkuit internasional yang saat ada di Indonesia adalah sirkuit Sentul di Bogor, Jawa Barat. Sementara itu Palembang, Sumatera Selatan, juga sedang membangun sirkuit untuk MotoGP 2018.

Padahal, kata Menpora, keberadaan sirkuit top bisa ikut menyokong lahir dan tumbuhnya pebalap-pebalap top dari Indonesia. Ia pun berharap di masa depan olahraga balap otomotif bisa lebih berkembang. "Seperti yang dilakukan, sebisa mungkin olahraga motorsport melibatkan swasta. Tapi pemerintah tidak bisa menutup mata. Selain prestasi, masyarakat Indonesia memang tertarik dengan olahraga ini," sebutnya.

Tags:

olahraga jakarta sirkuit pembangunan