Harga Premium dan Solar Tidak Naik



Sebarkan :


Views: 74

Jakarta - Pemerintah menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Solar subsidi tidak mengalami perubahan. Namun, tetap mencermati pergerakan minyak mentah dunia yang saat ini berada di kisaran US$ 60/barel. Subsidi Solar pun diusulkan mendapatkan penambahan setelah mendapatkan persetujuan dari Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan sudah ada kesepakatan dengan Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan PT Pertamina (persero) terkait harga Premium dan Solar subsidi. "Premium harganya tetap dipertahankan, tidak naik semaksimal yang kita bisa. Untuk Solar subsidi juga dipertahankan tidak naik," kata Jonan di Jakarta, Senin (5/3).

Jonan menuturkan kedua jenis BBM tersebut kini sudah menjangkau seluruh negeri melalui program BBM Satu Harga. Komisi VII DPR pun menginginkan kedua jenis BBM itu tidak mengalami perubahan. Dia pun menegaskan keputusan ini diambil bukan lantaran tahun politik atau jelang pemilihan umum. "Ini mempertimbangkan daya beli masyarakat," ujarnya.

Dikatakannya pergerakan harga minyak dunia tetap dicermati oleh pemerintah. Dia mengatakan bila harga minyak bergerak menembus US$ 100/barel akan ada kajian lagi. Pihaknya akan berkonsultasi dengan Komisi VII DPR untuk membahas subsidi Solar. "Kita minta dukungan komisi VII bentuk lain kompensasi kepada Pertamina apa," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial menuturkan subsidi Solar saat ini sebesar Rp 500/ liter. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 ditetapkan kuota Solar subsidi sebesar 16 juta kilo liter. Artiannya jumlah subsidi Solar saat ini sekitar Rp 7 triliun. Dia menyebut akan ada usulan peningkatan subsidi Solar antara Rp 700-1.000/liter.

"Ini masih dalam proses ya. ini yang seperti Pak menteri sampaikan kita cermati terus pergerakan harga minyak tadi. Contohnya seperti ICP (harga minyak mentah Indonesia) Januari US$ 65/barel tiba-tiba sekarang turun US$ 61/barel dan cenderung turun terus," ujarnya

Sumber: BeritaSatu.com

Tags: