Harga Daging Sapi di Bengkulu Naik Rp 10.000/Kg



Sebarkan :


Views: 81

Bengkulu - Menjelang bulan Ramadan ternyata tidak hanya harga daging ayam di Bengkulu, melonjak hingga Rp 40.000/kg, tetapi harga daging sapi juga mengalami kenaikan sebesar Rp 10.000/kg dari semula Rp 120.000 menjadi Rp 130.000/kg.

Pantuan SP di Pasar Panorama, Kota Bengkulu, Rabu (9/5) pagi, menunjukkan menjelang Ramadan ternyata tidak hanya harga daging ayam yang melonjak, tapi juga harga daging sapi mengalami kenaikan sebesar Rp 10.000 dari semula Rp 120.000/kg.

Selain itu, harga cabai merah kriting di Kota Bengkulu juga mengalami kenaikan dari semula Rp 38.000/kg menjadi Rp 42.000/kg. Demikian pula harga beberapa jenis barang kebutuhan juga mengalami kenaikan tipis dari sebelumnya.

Meski harga daging sapi segar di Kota Bengkulu, menjelang bulan puasa bergerak naik dari Rp 120.000 menjadi Rp 130.000/kg, tetapi pasokan daging ke pedagang setempat berjalan lancar.

Dengan demikian, persediaan atau stok daging sapi segar di tangan pedagang setempat saat ini dalam keadaan cukup. Artinya, berapa pun permintaan daging sapi segar dari konsumen dapat diatasi pedagang setempat.

"Kalau stok daging di pedagang setempat tidak ada masalah, karena pasokannya lancar. Hanya saja harga pembelian daging di pedagang besar mengalami kenaikan, sehingga kami terpaksa menyesuaikan harga jual ke konsumen," kata Fajar (44), pedagang daging Pasar Panorama, Kota Bengkulu.

Fajar mengaku permintaan daging sapi segar dari konsumen di Kota Bengkulu, saat ini relatif stabil dan tidak ada lonjakan. Mayoritas pembeli daging pemilik warung nasi, restoran, dan pedagang bakso.

Sedangkan permintaan daging dari masyarakat saat ini cenderung sedikit menurun dibanding sebelumnya. Karena itu, persediaan daging sapi di pedagang mencukupi sesuai kebutuhan.

Hal senada diungkapkan Iskandar (35), pedagang daging lainnya. Ia mengaku meski permintaan daging sapi relatif stabil menjelang masuk puasa, tetapi harga daging sejak sepekan ini bergerak dari Rp 120.000 menjadi Rp 130.000/kg.

Kenaikan harga daging tersebut, katanya bukan karena pedagang ingin mendapatkan keuntungan besar, tetapi disebabkan harga pembelian di pedagang besar sudah lebih dulu naik. Pihaknya terpaksa menyesuaikan harga jual kepada pembeli.

"Sebenarnya kami tidak mengharapkan harga daging naik, karena omset penjualan pedagang akan turun dari biasanya. namun hal ini tidak bisa dihindari karena harga daging di pedagang besar lebih awal naik," ujarnya.

Iskandar berharap kenaikan harga daging saat ini tidak berlangsung lama dan segera turun dalam waktu dekat, karena pasokan daging ke pasar sampai sekarang tidak ada masalah.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag Bengkulu, Erik Rizal mengatakan, kenaikan harga daging sapi sebesar Rp 10.000/kg tersebut, hanya sesaat saja dan sebentar lagi akan stabil di kisaran Rp 100.000-Rp 110.000/kg.

Sebab, sampai sekarang pasokan daging sapi ke pasar berlangsung kancar dan permintaan dari konsumen belum ada lonjakan. Namun, pihaknya siap menekan kenaikan harga daging saat mendekati bulan Ramadan dengan menggelar operasi pasar daging beku asal India.

"Jika harga daging tidak turun dan terus merangkak naik mendekati puasa, kami akan gelar pasar murah daging beku impor dengan harga Rp 80.000/kg. Operasi pasar daging akan kami laksanakan bekerja sama dengan Bulog setempat," ujarnya.

Erik mengimbau pedagang tidak seenaknya menaikan harga menjelang bulan Ramadan. Jika ditemukan pedagang menaikan harga sembako dan daging secara tidak wajar, akan diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku, katanya.

Sumber: BeritaSatu.com

Tags: