​Hadapi Era Disruption Dengan Industri Kreatif



Sebarkan :


Views: 83

Surabaya-Era revolusi Industri ke-IV atau era Disruption bukan berarti menjadi momok terbesar bagi sivitas akademika. Termasuk bagi Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Indonesia ini telah mempersiapkan mahasiswa siap bersaing secara global di era penuh perubahan dan kejutan ini.

Rektor UK Petra Surabaya Prof Dr Ir Djwantoro Hardjito, M.Eng menjelaskan bahwa era disruption bukan untuk ditakuti. Melainkan harus dihadapi sesuai perkembangan yang ada saat ini. Salah satunya dengan mengarahkan mahasiswa untuk bisa berkreasi di bidang industri krearif yakni pembuatan game dan film animasi.

"Memang sekarang ini game dan film animasi masih dikuasai oleh asing. Kami akan mengarahkan mahasiswa untuk bisa bersaing dan berkompetisi dengan negara lain. Dengan harapan budaya Indonesia bisa ditonjolkan, bukan budaya asing," kata pria kelahiran Kota Blora, Jawa Tengah 57 tahun silam ini, Senin (18/12/2017).

Pemegang gelar doktor Teknik Sipil dari Curtin University, Australia ini mengharapkan game dan film animasi kental akan budaya Indonesia bisa tampil dan tersebar luas di dunia. "Tentunya, karya-karya anak bangsa bisa bermanfaat bagi masyarakat kita sendiri dan juga dunia," jelas Prof Djwantoro yang juga pernah menjadi dosen di Curtin, Malaysia selama 5 tahun ini.

Oleh karenanya, pihaknya berketetapan hati untuk mengajak seluruh sivitas akademika UK Petra siap menghadapinya. Seperti dengan menyiapkan membuka program studi kekinian yang sesuai kebutuhan generasi milenial di masa mendatang. Dosen dan tenaga kependidikan perlu didukung dan ditingkatkan kapasitasnya agar bisa memanfaatkan teknologi pembelajaran terkini. "Kami juga mempersiapkan manajemen digital demi generasi muda untuk bisa bersaing secara global dengan menerapkan pendekatan-pendekatan pembelajaran yang tepat tentunya," terangnya.

Prof Djwantoro yang berpegang pada inspirasi bahwa ‘hidup itu untuk bekerja memberi buah' ini bertekad membawa UK Petra ke jenjang lebih tinggi. Diantaranya mengupayakan peraihan status akreditasi internasional untuk program studi. Serta memperluas dan menguatkan jalinan kerjasama dengan institusi dalam maupun luar negeri. “proses pembelajaran di UK Petra maupun untuk penelitian dan publikasi juga perlu ditingkatkan,” tandas Prof Djwantoro yang baru saja dilantik oleh Yayasan Perguruan Tinggi Kristen (YPTK) Petra sebagai rektor periode 2017-2021 menggantikan Prof. Ir. Rolly Intan.

Tags: