Guru BK Lakukan Tindak Asusila Terhadap Siswinya



Sebarkan :


Views: 109

Yogyakarta- Tindak asusila terhadap anak di bawah umur kembali terjadi. Seorang guru Bimbingan Konseling (BK) menghamili siswinya sendiri. Kejadian ini berawal dari mencurahkan uneg-uneg masalah keluarga pada guru BK, A (15) pelajar yang baru saja lulus sebuah MTs di Bantul malah mengalami nasib yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.

Tindak asusila tersebut dilakukan oleh P (54) guru BK korban yang bekerja di madrasah tempat siswa menempuh ilmu. P diketahui merupakan warga Manding, Sabdodadi, Bantul.

Kejadian asusila tersebut terjadi sekitar Januari 2017 di rumah kosong milik P di Karangnongko Bantul dan bahkan dilakukan hingga 10 kali. A tak punya pilihan lain selain menuruti nafsu si guru yang menjanjikan menikahi siri saat hamil.

Ibu korban mengetahui anaknya hamil karena memperhatikan perut anaknya yang semakin besar. Mengetahui hal tersebut, ia membelikan tespek untuk mengecek hamil atau tidaknya dan ternyata kecurigaannya terbukti benar. Anaknya yang baru saja lulus dari sebuah Madrasah tsanawiyah di daerah Giriloyo, Bantul, positif hamil. Bahkan saat ini usia kehamilan anaknya sudah mencapai usia enam bulan.

Tindakan asusila tersebut semakin tak bisa ditoleransi saat ternyata P merancang sebuah cerita bohong di depan keluarga A. Bahkan, A yang sempat diintimidasi melalui pesan singkat untuk tak menceritakan pada siapapun tentang kejadian sebenarnya. Bahkan, diminta berbohong di hadapan orangtuanya sendiri.

Saat Ibu korban bertanya kepada anaknya siapa laki-laki yang sudah menghamili dirinya. A menjawab bahwa dirinya dihamili oleh Rio yang berasal dari Magelang. Namun, cerita tersebut hanyalah sebuah kebohongan belaka.

"Saya menemukan hal lain saat menyita handphone anak saya, ternyata guru BK itu sendiri yang menghamili anak saya. Pesan yang dikirim 18 Juni itu bilang jangan sampai orang tahu, dia bilang "Positif wae karo sik tak omongke wingi nek ora aku trimo mati ndak nama sekolah hancur-hancuran," ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo kepada wartawan Kamis (6/7/2017) mengungkap saat ini pihaknya masih terus melakukan proses penyelidikan diantaranya memeriksa saksi dan barang bukti.

"Kasus tersebut saat ini sedang berjalan, kita periksa saksi dan menerima barang bukti berupa pakaian yang digunakan korban saat kejadian," terangnya.

Sementara itu Kepala Divisi Humas JPW, Baharudin Kamba mengatakan, pihaknya akan mengawal kasus asusila yang dialami oleh A hingga diproses secara hukum dan selesai.

Pihaknya juga akan menanyakan sikap Kementrian Agama (Kemenag) daerah Bantul terhadap kasus tindak asusila yang dilakukan oleh seorang guru BK madrasah terhadap salah seorang siswinya.

"MTs itu kan dibawah Kementrian Agama, jadi kami ingin tahu apa tindak lanjut dari Kemenag mengenai kasus ini," tuturnya.

Ia menambahkan, jika ada murid yang ingin mengungkapkan curahan hati mengenai permasalahan yang dialami kepada guru BK, seharusnya sebagai guru BK mendengarkan, memberi solusi, dan memberi bimbingan. (TTN)

Tags: