GP Anshor Lamongan Tolak Kedatangan Gus Nur di Paciran



Sebarkan :


Views: 17

Lamongan - Ketua GP Anshor Cabang Lamongan Mohammad Masyhur bersama barisan pemudanya se - Kabupaten Lamongan telah tegas menolak keras kedatangan Sugi Nur Raharja yang bakal di datangkan sebagai pembicara di Masjid Darus Salam Desa Blimbing,Kecamatan Paciran,Kabupaten Lamongan pada 14 Juli 2018 mendatang.

pembicara sensasi yang membuat seluruh masyarakat Indonesia resah dengan ungkapanya yang ugal - ugalan dan tidak memberikan suri tauladan membuat geram di tataran arus bawah masyarakat.

"Kami bersama gerakan pemuda Anshor Kabupaten Lamongan secara tegas dengan mengirim surat kepada Polres Lamongan jika kami menolak keras kedatangan Sugi Nur Raharja di Blimbing,Paciran,Lamongan," Tegas Masyhur saat ditemui di kediamannya Desa Laren, Kabupaten Lamongan. Kamis (12 /7 /2018) 

Sebab, Lanjut Masyhur, Gus Nur sapaannya yang di undang di banyak tempat untuk naik di mimbar ceramah ini sering kali justru malah tidak meneduhkan. Justru malah meresahkan masyarakat. "Terutama dari Gerakan Pemuda Anshor ,NU dan pemerintah," kata Masyhur.

Adanya orang seperti Gus Nur, kata dia, membuat GP Anshor Lamongan sigap dengan tindakan yang kongkrit. "Langkah kita mengawal surat yang telah kami layangkan dan memastikan untuk Polres Lamongan segera bertindak tegas terhadap Gus Nur dan orang - orang semacamnya, jangan sampai terus keliling ke masyarakat indonesia dengan dalih berdakwah dan dalih menyebarkan ajaran agama islam," tambahnya.

Tetapi faktanya, tambah Masyhur, justru berujung pada memfitnah dan mengadu domba sehingga membuat resah masyarakat.

Menurutnya, Gus Nur ini ketika berbicara atau ceramah lebih kepada urusan politik. Politik yang di bungkus dengan agama. "Ceramah dan bicaranya tidak jelas konsepnya terhadap segala problema yang terjadi di masyarakat sosial, ketimpangan sosial yang tidak juatru membantu masyarakat," ucap Masyhur.

Soal kritiknya yang tanpa data , pedas dan tidak jelas, juga disinggung oleh pimpinan Anshor Lamongan tersebut.

"Sugi ini lebih pada mengkritik pemerintah yang tidak dengan data.Bahkan lebih cenderung pada sebuah fitnah - fitnah,provokatif dan mengandung ujaran - ujaran kebencian," Ungkap Masyhur.

Dia menambahkan, kritik itu memang wajar dan boleh tetapi yang dilakukan Gus Nur ini bukan kritik tapi lebih pada adu domba. "Dia memprovokasi untuk sebuah kebencian, merendahkan, menjatuhkan dan menghina serta mengejek pemimpin yang sah pada pemerintah kali ini," imbuhnya.

Masyhur memastikan, langkahnya juga selain mengawal surat resmi yang sudah diluncurkan. "Kami juga terus memberikan pemahaman - pemahaman kepada masyarakat terkait pemahaman yang bagus dan benar. Terkait menjadi warga negara yang baik," pungkasnya.

karena sejatinya, lanjut dia, semua warga Negara Indonesia itu saudara sebangsa dan se-tanah air Indonesia. "Kritiklah secara baik dan bermartabat. Bukan menjatuhkan," jelas dia.

Hal tersebut dinilai Ansor Lamongan sangat meresahkan. Bahkan, Masyhur meminta kepada aparat keamanan supaya membina kembali orang seperti Gus Nur.

Selain itu, pihaknya meminta masyarakat untuk cerdas dalam memilih orang sebagai penceramah. "Saya kira masyarakat sudah cerdas . Baik jamaah sholat dan tahlil atau lembaga pendidikan jangan mengundang pembicara semacam Sugi Nur Raharja yang tidak ada ilmunya. Justru malah memperkeruh suasana di arus bawah masyarakat," terangnya.

"Kita akan mengawal supaya masyarakat tidak terprovokasi oleh ucapan ucapan atau umpatan - umpatan yang dilakukaan Sugi Nur Raharja di beberapa tempat yang ia datangi, Pungkas Masyhur. (*)

Tags: