Gelar Aksi Kamisan, SMI Mengutuk Israel Terhadap Palestina



Sebarkan :


Views: 166

Yogyakarta- Social Movement Institute (SMI) menggelar Aksi Kamisan dilaksanakan di Tugu Pal Putih, Yogyakarta. Kamis (27/7/2017).

Dalam Aksi Kamisan ini, SMI mengutuk aksi Israel terhadap Palestina. Para peserta aksi nampak memegang payung hitam sembari membentangkan spanduk bertuliskan 'Palestine Will Rise Stronger From The Ashes Of Israel's Terror'.

Tidak hanya itu, beberapa peserta aksi kamisan juga membentangkan spanduk bertuliskan 'Munir Dibunuh Dengan Fasilitas Negara'.

Fa'i, koordinator Aksi Kamisan mengatakan, Aksi Kamisan kali ini merupakan aksi ke 500 yang dilakukan oleh pihaknya.

Menurutnya, Aksi Kamisan yang dilakukan oleh pihaknya adalah sebagai wujud perjuangan mengenai masalah Hak Asasi Manusia (HAM). Karena sampai saat ini pun kasus HAM di Indonesia masih sering dijumpai, bahkan tidak menunjukkan titik temu.

"Aksi ini pertama kali digelar pada 18 Januari 2007, dan sampai saat ini telah berlangsung sebanyak 500 kali. Aksi Kamisan merupakan simbol perjuangan menyuarakan keadilan HAM di Indonesia, dan akam terus bergulir sampai kasus pelanggaran HAM di Indonesia terusut semua," katanya.

Fa'i menuturkan, Aksi Kamisan kali ini mengutuk keras aksi yang dilakukan Israel terhadap Palestina.

Menurutnya, pasukan Israel secara buas membunuh warga Palestina, termasuk anak-anak. Pasukan Israel juga membatasi gerak warga Palestina. Dimana hal tersebut tentu melanggar HAM.

"Penyiksaan dan perlakuan buruk pasukan Israel pada Palestina masih berlanjut. Mereka juga membatasi kekabasan bergerak warga Palestina, seperti memblokade jalur GAZA. Hal itu sangat melanggar HAM, dan kami mengutuk keras aksi Israel terhadap Palestina," jelasnya.

Ia menambahkan, aksi dukungan terhadap Palestina yang dilakukan pihaknya bukan semata-mata karena persamaan kepercayaan. Namun,dukungan terhadap Palestina dikarenakan pihaknya juga merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan warga Palestina.

"Dukungan kami kepada Palestina bukan karena persamaan agama, tapi kami sama-sama masih merasa adanya penindasan disini (Indonesia) terutama terhadap HAM. Hal itu juga dialami oleh Palestina, jadi kami mendukung Palestina," pungkasnya. (HK)

Tags: