​Gabungan Ormas dan Elemen Masyarakat Kota Surabaya Tolak LGBT



Sebarkan :


Views: 156

Surabaya-Di akhir tahun 2017, gabungan Ormas dan elemen masyarakat Kota Surabaya gelar aksi damai dan penggalangan tanda tangan serukan penolakan terhadap LGBT di Car Free Day Taman Bungkul Surabaya, Minggu (31/12/2017).

Aksi damai yang dilakukan oleh gabungan ormas dan elemen masyarakat tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan anak bangsa, agar tidak terjerumus dalam prilaku menyimpang. Aksi tersebut mendapatkan respon yang cukup besar dengan banyaknya warga kota Surabaya yang ikut membubuhkan tanda tangan di atas spanduk warna putih berukuran 25 meter.

Selain berorasi penolakan terhadap LGBT, gabungan ormas dan elemen masyarakat Kota Surabaya, juga membagikan brosur tentang bahaya HIV dan selebaran yang berisi pernyataan sikap. Pernyataan sikap itu berisi :

  • 1.Bahwa perilaku LGBT merupakan perilaku yang menyalahi fitrah manusia, bertentangan dengan tujuan penciptaan manusia yaitu manusia diciptakan berpasang – pasanagan antara laki – laki dan perempuan
  • 2.Mengingatkan dan menyerukan kepada saudara / saudari kami yang sedang mengalami masalah ini untuk segera bertaubat dan kembali kepada aturan Sang Pencipta karena LGBT perilaku dosa besar dan mendatangkan bencana dan azab
  • 3.Mendesak kepada pemerintah agar membuka ruang dialog bagi adanya konsultasi bagi saudara saudar kami pengidap masalah LGBT agar mereka mempunyai harapan untuk sembuh bukan malah sebaliknya memfasilitasi perkembangannya
  • 4.Menyerukan kepada semua kalangan agar turut andil melakukan pencegahan bagi timbulnya perilaku penyakit sosial LGBT dan bersama sama melakukan penyadaran terhadap penyimpangan perilaku seksual mereka
  • 5.Perilaku LGBT timbul akibat paham kebebasan yang didengungkan oleh kelompok kelompok liberalis corong Barat pengagum kebebasan, sehingga paham tersebut bila dibiarkan akan menghancurkan Indonesia
  • 6.Mengingatkan bahwa dukungan apapun terhadap kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender adalah tindakan melanggar hukum
  • 7.Mendesak pemerintah agar melakukan langkah – langkah penghentian terhadap tindakan apapaun yang erkaitan dengan propaganda berkembanagnya LGBT serta mengawasi bantuan dana asing yang ditujukan untuk mengembangkan paham kebebasan yang berdampak pada perilaku penyakit sosial LGBT
  • 8.Menyayangkan sikap Mahkama Konstitusi yang menolak megadili gugatan soal LGBT dan Hidup Bersama tanpa ikatan nikah
Tags: