​Festival Layang-layang Internasional ke-20 Usung Perjuangan Pahlawan



Sebarkan :


Views: 73

Surabaya-Festival Layang-layang Internasional kembali digelar di kota Surabaya. Untuk tahun 2017 ini festival tersebut merupakan gelaran ke-20 dan diikuti ratusan peserta dari dalam dan luar negeri. Bertempat di Side Area Long Beach Timur Pakuwon City, Sabtu (19/8/2017), Tri Rismaharini, Walikota Surabaya membuka secara resmi Festival Layang-layang Internasional tersebut.

Acara dibuka dengan Tari Massal Layang-layang yang ditarikan puluhan anak dari Sanggar ADP. Dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata kepada Fredrik perwakilan negara Prancis, Nardi perwakilan daerah Solo, Kristoper paramotor dan Rio SOC. Kemudian layang-layang balet menari dengan lincah di cakrawala diiringi lagu Rek Ayo Rek.

Tri Rismaharini, walikota Surabaya dalam sambutannya mengatakan, 26 kabupaten kota yang terdiri dari 49 klub. Walikota berharap mudah-mudahan festival layang-layang ke depan bisa mengangkat kota Surabaya sebagai kota destinasi wisata dan semakin banyak kreasi layang-layang yang ditampilkan. Ada pertandingan khusus, ada beberapa kategori anak yang akan ikut bertanding. Festival layang-layang mudah-mudahan mendorong Perlabaya lebih kreatif lagi membuat layang-layang bukan hanya untuk olahraga tetapi juga industri kreatif.

Walikota melanjutkan, yang beda dari tahun ini peserta lebih banyak dan mengusung tema Perjuangan. Surabaya merupakan kota pantai dengan menikmati cakrawala pantai melalui layang-layang. Simbol Indonesia yang diwakili 72 layang-layang kecil disusul dengan layang-layang berlambang kota Surabaya. Kita bisa terbang tinggi menggapai cita-cita, jika Indonesia bisa terbang tinggi Surabaya.

Dijelaskan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Widodo Suryantoro, festival layang-layang ini berskala internasional karena diikuti oleh peserta dari luar negeri. Peserta merupakan klub layang-layang yang berasal dari berbagai negara. Di antaranya peserta dari Malaysia yang berasal dari Kuala Lumpur, Johor dan Malaka. Kemudian dari Xiamen (Tiongkok), Hongkong, Singapura dan Thailand. “Juga ada peserta dari Eropa. Salah satunya dari Swedia,” jelas Widodo.

Selain peserta dari luar negeri, juga ada peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Di antaranya dari Jakarta ada lima klub, dari Yogyakarta ada tiga klub, lalu dari Jawa Barat yakni dari Bandung dan Depok ada tiga klub. Lalu dari Jawa Tengah ada 11 klub yang berasal dari Solo. Cilacap, Kebumen. Serta dari Jawa Timur ada 13 klub yang berasal dari Ponorogo, Tuban, Mojokerto, Sidoarjo dan Surabaya. “Ada juga dari Bali dan Makassar. Total jumlah participant ada 120 orang,” ujar Widodo.

Mantan Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya ini menuturkan, agenda ini penting sebagai bagian upaya untuk melestarikan budaya bangsa, serta meningkatkan apresiasi masyarakat kepada layang-layang. “Selain itu tentunya memberikan hiburan kepada masyarakat untuk menyemarakkan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. Karenanya, silahkan warga untuk hadir meramaikan kegiatan ini,” jelas Widodo.

Bahkan, para penonton tidak hanya disuguhi aneka layang-layang hias dengan ragam kreasi. Masyarakat juga bisa berkesempatan untuk belajar membuat layang-layang hias. “Juga ada pemberian keterampilan dan pelatihan membuat layang-layang,” sambung Widodo.

Tags: