​Fahmi Asy'Ari SH. MH : UU Ormas Harus Menjadi Sarana Pelindung Ormas



Sebarkan :


Views: 24

Semarang-Pengamat hukum, Fahmi Asy'Ari SH. MH saat menjadi pembicara dalam seminar kebangsaan ‘UU Ormas Dalam Prespektif Konstitusi, Demokrasi Pemuda Zaman Now’ di Balirung PP PAUD dan DIKMAS Jawa Tengah, Senin (27/11/2017) memiliki pandangan yang sedikit berbeda.

Pengamat hukum yang sedang menyelesaikan S3 di Universitas Jayabaya berpandangan bahwa Pengesahan Perppu No. 2 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan bukan berarti Pemerintah Indonesia dapat semena-mena melakukan intervensi dan melakukan pembubaran terhadap Ormas. “Adanya Perppu No. 2 Tahun 2017 seharusnya dapat menjadi sarana melindungi keberadaan Ormas yang hadir di tengah masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebagai negara hukum, sudah semestinya pembubaran Ormas di Indonesia hanya dapat dilakukan melalui pengadilan dan bukan oleh Pemerintah Indonesia” paparnya.

Dia juga menjelaskan Pendidikan hukum pada Undang-Undang yang lama tentang organisasi kemasyarakatan telah mengatur mendidik masyarakat tentang bagaimana berorganisasi. Dalam Undang-Undang yang lama telah tercantum asas dan tujuan, fungsi hak dan kewajiban, keanggotaan dan kepengurusan, keuangan, pembinaan, pembekuan dan pembubaran ormas. “Perppu No.2 Tahun 2017 dianggap telah menciderai Indonesia dimana Indonesia adalah negara yang demokratis dan menjamin kebebasan berserikat berkumpul mengeluarkan pendapat dan pikirannya yang telah dijamin oleh Konstitusi” lanjutnya.

Tetapi meskipun demikian Fahmi, salah seorang peserta diskusi yang masih berstatus pelajar menanyakan untuk kepetingan siap perppu ormas disahkan menjadi UU ormas, dengan bijak dia menjelaskan, bahwa UU Ormas disahkan untuk kepentingan negara dalam hal ini adalah pemerintah yang beralasan bahwa UU Ormas dikeluarkan karena dalam siatuasi yang sangat mendesak, meskipun alasan itu sendiri masih harus dipertanyakan.

Tetapi Fahmi juga tetap berpesan kepada mahasiswa, pemuda dan pelajar untuk tidak terjerumus dalam pemikiran radikalisme dan tetap perpedoman pada idiologi negara yaitu Pancasila.

Tags: