​Emil Kenalkan Program ”Gemilang” di Pasar Praban Surabaya



Sebarkan :


Views: 55

Surabaya-Calon wakil gubernur Jawa Timur Emil Dardak Elestianto menyebut cukup banyak hasil produksi pengrajin dari kalangan usaha kecil menengah yang layak didorong untuk memiliki brand atau merek sendiri. Sebab, selain karena kualitas produk bisa bersaing di pasaran, juga untuk membuktikan bahwa pemerintah hadir dan ikut mendorong membesarkan mereka.

Saat berkunjung ke Pasar Praban, Surabaya, Sabtu ( 3/3/2018) malam , Emil menemukan beberapa barang yang dipajangkan di pasar legendaris yang berdiri sejak 1970 itu. Diantaranya sepatu produk lokal yang layak menjadi ikon daerah.

”Saya datang kesini mencari barang-barang lokal. Selain itu kita mungkin juga sudah saatnya mengembangkan merk-merk sendiri. Sebenarnya saat ini sudah banyak yang bisa kita buat disini, cuma disain ataupun segala macam kita masih belum bisa.”

Mantan konsultan keuangan di sebuah BUMN itu pun mendapati sepatu produk lokal yang kualitasnya tidak kalah dengan produk luar. Namun, belum punya merek paten dan terdaftar. Begitu pula pria yang jago menyanyi dan mahir memainkan sejumlah alat musik sempat menjajal produksi gitar akuistik saat ia melakukan blusukan ke pasar ini.

”Sebenarnya gitar ini bisalah dikasih merk lokal Indonesia. Saya coba dan suaranya lumayan, kita tinggal mencari penyempurnaan-penyempurnaan tambahan saja,” timpal suami Arumi Bachsin tersebut.

Selain itu kata dia pemerintah juga perlu membantu akses pasar agar produk lokal bisa berkembang dan di kenal daerah luar bahkan ke mancanegara. Ini sepertinya yang ia lakukan di Trenggalek, diantaranya membantu pengurusan merek sekaligus membuka pasar ke luar daerah. Kini produk batik kota yang dijuluki ”gerbang depan pesisir selatan” itu sudah bisa nampang di gerai-gerai pusat perbelanjaan bergensi di Ibu Kota.

Dalam kontek membangun industri kecil menengah di Jawa Timur, Emil lalu menyampaikan program yang ia sebut Gemilang. Ini singkatan dari gerakan mutu industri cemerlang. ” Semacam program ajang mencari bakat atau potensi yang terpendam dari UMKM kita untuk bisa kita upgrade,” terang pria yang sempat diundang Rumah Perubahan besutan pakar ekonomi Renaldi Gazali untuk berbicara beragam inovasinya sebagai sosok pemimpin millenial.

Emil lalu mencontohkan pengalaman negara China saat mengikuti program Bank Dunia. Saat itu ada penghasil sollar panel yang sebenarnya jauh dari kata sempurna. ”Namun dalam kerjasamanya, ada program pendampingan penjaminan mutu yang akhirnya sollar panel dari China ini bisa menjadi lebih sempurna, bahkan menjadi salah satu sollar panel yang sukses didunia,” imbuh pria yang pernah menjadi konsultan Bank Dunia di usianya yang masih amat belia, yakni 17 tahun.

Tags: