Dua Tersangka Korupsi di Bengkulu Kembalikan Uang Negara Rp 500 Juta



Sebarkan :


Views: 56

Bengkulu - Dua orang tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan Padang Leban, Kabupaten Kaur tahun 2015, IDR dan kontraktor proyek preservasi jembatan Air Idik tahun 2010, KRS mengembali uang kerugian negara ke pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Bengkulu, Henri Nainggolan, di Bengkulu, Kamis (5/4) mengatakan, kerugian negara yang dikembalikan tersangka proyek jembatan Padang Leban, IDR sebesar Rp 200 juta, dan kontraktor proyek preservasi jembatan Air Idik, KRS sebesar Rp 300 juta.

"Jadi, total uang negara yang dikembalikan kedua tersangka sebesar Rp 500 juta. Uang kerugian negara yang dikembalikan tersangka langsung disetor ke rekening negera di salah satu bank BUMN di Bengkulu," ujarnya.

Total kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan Padang Leban dan proyek preservasi jembatan Air Idik sebesar Rp 1,79 miliar. Rinciannya kerugian negara untuk jembatan Padang Leban sebesar Rp 1,2 miliar dan proyek preservasi jembatan Air Idik sebesar Rp 490 juta.

Kedua kasus ini, kata Henri segera disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bengkulu, karena proses kasus ini sudah dalam pelimpahan tahap kedua.

Sebelumnya, enam terdakwa kasus dugaan korupsi proyek irigasi Mangkurajo, Kabupaten Lebong juga mengembalikan uang kerugian negera sebesar Rp 675 juta ke pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu.

Dengan demikian, dalam pekan ini, ada delapan terdakwa dan tersangka korupsi telah mengembalikan uang kerugian negera melalui Kejati Bengkulu, sebesar Rp 1,175 miliar.

Rinciannya, kasus proyek jembatan Padang Leban dan preservasi jembatan Air Idik sebesar Rp 500 juta dan proyek irigasi Mangkurajo sebesar Rp 675 juta.

Enam tersangka dugaan korupsi yang mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp 675 juta itu, atas nama RN,
sebagai PPK tahun 2015, BK sebagai PPK tahun 2016, HMD dan JH sebagai pengawas, AA sebagai PPTK dan DR sebagai PHO.

Para terdakwa saat ini telah ditahan penyidik Kejati Bengkulu, di Lapas Kelas II A Malabro, Kota Bengkulu. Sedangkan kasusnya dalam proses persidangan di PN Tipikor Bengkulu.



Sumber: BeritaSatu.com
Tags: