Dua PNS Lapas Bengkulu Terlibat Peredaran Narkoba Terancam Dipecat



Sebarkan :


Views: 26

Bengkulu - Dua pegawai negeri sipil (PNS) Lapas Kelas IIA Bengkulu, yakni HE dan HA yang terlibat dalam kasus peredaran narkoba jenis sabu di lingkungan lapas tersebut, terancam dipecat.

"Kami masih menunggu proses hukum yang mereka hadapi untuk menjatuhkan sanksi. Jika hukuman kedua oknum PNS ini sudah tetap alias inkracht dan mereka dinyatakan bersalah, maka pemberhentiannya sebagai PNS segera dikita proses," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Bengkulu, Ilham Djaya, di Bengkulu, Rabu (1/11).

Ia mengatakan, sesuai instruksi Menteri Hukum dan HAM, jika ada sipir terlibat peredaran narkoba di dalam lingkungan lapas akan diberikan sanksi tegas, berupa pemecatan sebagai PNS Kemenkumham.

"Jadi, kalau oknum HE dan HA ini terbukti terlibat peredaran narkoba jenis sabu di lingkungan lapas Kelas IIA Bengkulu, dipastikan dipecat dari PNS. Sebab, mereka meski sudah diingatkan, tapi tetap melakukan pelanggaran," ujarnya.

Sebab, jajaran PNS dilingkungan Kemkumham sudah diingatkan jika terbukti mengkonsumsi narkoba dan obat terlarang lainnnya tanpa ada toleransi lagi langsung dipecat dari PNS.

"Apalagi bertindak sebagai pengedar, kurir, dan pemasok narkoba ke dalam lapas, jelas tidak ada ampun. Bila terbukti langsung diproses untuk diberhentikan sebagai PNS," ujarnya.

Demikian halnya jika oknum HE dan HA nantinya di pengadilan terbukti bersalah ikut memasarkan narkoba di lingkungan lapas tempatnya bertugas, dipastikan mereka dipecat akan dipecat sebagai PNS.

Saat ini, kedua sipir tersebut ditahan di Mapolda Bengkulu untuk proses hukum selanjutnya. Dari kedua tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 0,5 ons narkoba jenis sabu.

Diduga narkoba tersebut, akan dipasarkan di lingkungan Lapas Kelas IIA Kota Bengkulu. Namun, belum sempat barang haram tersebut, dipasarkan keduanya diciduk anggota Tim Unit Narkoba, Direktorat Narkoba Polda Bengkulu.

Terkait tes urine PNS dilingkup Kanwil Kemkumham Bengkulu, Ilham Djaya mengatakan, pasti akan dilaksanakan dalam waktu dekat, termasuk petugas di Lapas Kelas IIA Bentiring, Kota Bengkulu.

Namun, waktu pelaksanaan tes urine tersebut, tidak bisa disampaikan kepada para PNS di lingkup Kanwil Kemkumham Bengkulu, karena pelaksanaanya akan dilakukan secara mendadak alias tiba-tiba.

"Seluruh pegawai lapas di Bengkulu, akan menjalani tes urine. Jika terbukti mengonsumsi narkoba, maka pegawai yang bersangkutan akan diberikan saksi tegas sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Direktorat Narkoba Polda Bengkulu, Kombes Pol Imam Sachroni mengatakan, tertangkapnya dua oknum PNS Lapas Kelas II Bentiring, Kota Bengkulu, karena terkait peredaran narkoba di lingkungan lapas.

Hal ini membuktikan dugaan banyak pihak selama ini bahwa peredaran narkoba di lingkungan lapas melibatkan oknum petugas dari lapas setempat. "Mana mungkin narkoba bisa masuk ke dalam lapas tanpa melibatkan oknum-oknum tertentu," ujarnya.

Sumber: Beritasatu.com 

Tags: