Diwarnai Kericuhan, Debat Publik Pilgub Jatim Berlangsung Meriah



Sebarkan :


Views: 30

Surabaya-Debat publik tahap pertama pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur 2018 di Dyandra Convention Center Surabaya, Selasa (10/4/2018) malam, berlangsung seru.

Debat publik di dibuka oleh dua pembawa acara, Alfinto Deannova Gintings dan Anisa Dasuki. Seluruh audiens menyanyikan lagu Indonesia Raya, diikuti seluruh tamu undangan yang ada di dalam gedung. Kemudian masing-masing paslon maju ke atas panggung untuk menyampaikan visi misinya selama 5 tahun ke depan.

Tema debat adalah "Kesejahteraan Rakyat". Bahasannya meliputi, kesejahteraan bidang pendidikan, bidang ketenagakerjaan, bidang kesehatan, bidang keagamaan, bidang sosial budaya, bidang sosial kemasyarakatan dan bidang konflik sosial serta ideologi, HAM, kebangsaan, pemuda serta perempuan.

Saat debat, para pasangan calon gubernur harus mengikuti peraturan, seperti menaati durasi yang telah disepakati; menyampaikan bahasan tema sesuai dengan fokus dan tidak melebar; dilarang menyerang pesoalan pribadi di luar tema yang telah disepakati; dilarang menyerang fisik dan saran kandidat lain; dan dilarang membawa senjata tajam dan memprovasi pendukung.

Sementara untuk para pendukung paslon, sudah mulai memadati kursi yang telah disediakan. Jadi untuk pendukung paslon, hanya dibatasi 150 orang saja.

Para pendukung paslon yang masuk, harus melewati beberapa pemeriksaan oleh petugas. Mereka tidak diperbolehkan membawa atribut, senjata tajam, korek api dan diimbau untuk tertib selama acara.Suasana debat Pilgub Jatim berlangsung panas.

Sayangnya, debat public sempat diwarnai kericuhan dimana para pendukung pasangan Gus Ipul-Puti Guntur yang datang terlambat ngotot masuk ke lokasi debat. Aksi saling pukul pun sempat terjadi. Para pendukung yang dilarang masuk tetap ngotot berada di dalam arena. Para petugas keamanan menarik satu per satu yang membuat kondisi semakin panas.

Karena tidak terkendali, petugas keamanan dari Polwiltabes Surabaya mendorong keluar pendukung paslon yang memaksa masuk.

Tags: