​Bik Nunnah Mringis Kian Diburu Ibu Hamil



Sebarkan :


Views: 83

Surabaya-Siapa bilang seorang ibu hamil tidak boleh ngemil. Apalagi makanan kemasan pada umumnya mengandung bahan pengawet yang dikhawatirkan dapat mengganggu pencernaan ibu hamil. Terlebih zat pengawet bisa mengganggu pertumbuhan saraf otak janin ditengah masa paling pesat pertumbuhan otak.

Namun, kekhawatiran itulah yang berhasil ditepis oleh mahasiswa Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Mereka adalah Nurul Afifatul Azizah, Wahyu Erisa Fitri dan Tika Pratama Putri dari D3 Kebidanan dan Khoirun Nabila mahasiswa S1 Keperawatan.

Mereka berempat berkolaborasi menciptakan inovasi baru untuk membantu ibu yang sedang hamil. Dengan membuat produk untuk mengatasi mual pada ibu hamil trimester pertama yang diberi nama ‘Bik Nunnah Mringis’ atau Biskuit Nutrisi Sunnah Atasi Morning Sickness.“Produk ini (Bik Nunnah Mringis, red) memang aman untuk ibu hamil. Tanpa adanya bahan pengawet dan semua kalangan usia bisa mengonsumsinya, karena bahan dasarnya dari buah kurma” kata Nurul selaku ketua tim disela membuat biskuit Bik Nunnah Mringis di kampusnya, Selasa (23/1/2018)

Ia menceritakan awal mula muncul ide membuat biskuit saat magang di Poli KIA RSI Surabaya. Ia sering melihat ibu yang sedang hamil mengalami mual dan muntah. Dari situlah mulai muncul membuat biskuit dari bahan dasar buah kurma. “Nah, tahunya buah kurma itu aman buat ibu hamil setelah kami mengikuti seminar di Malang dimana saat itu membahas buah kurma,” cerita Nurul.

Bahkan, biskuit yang dibuatnya telah mendapatkan hibah dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti). Hal tersebut untuk program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) tahun 2017. Sebelum mendapatkan hibah, merekapun sudah melalui banyak tahapan salah satunya adalah monitoring evaluasi dari Reviewer Kemenristekdikti.

Didapatnya bantuan hibah ini, mereka tidak menyangkanya akan lolos seleksi dari Kemristekdikti untuk mendapatkan hibah program KBMI. Ia menceritakan bahwa Juli 2017 proposal dikirimkan ke panitia seleksi. Pada akhir Agustus diumumkan mendapatkan hibah senilai Rp 30 juta dari Rp 35 juta yang diajukan. Dari dana yang cair 80 persen itu dibuat untuk berproduksi. Sedangkan sisanya untuk biaya sewa tempat untuk produksi yang terletak di Kawasan Kenjeran Surabaya.“Sekarang kami telah memperkerjakan ibu-ibu rumah tangga yang ada di sekitar rumah produksi,” jelasnya.

Meski usahanya tergolong baru, Bik Nunnah Mringis itu pun disukai para ibu hamil yang datang ke tempat praktik mereka. “Katanya bisa mengurangi rasa mual. Alhamdulillah berhasil,” imbuhnya.

Kini, mereka sudah berhasil memproduksi Bik Nunnah Mringis ini, 6 kali dalam sebulan di mana satu kali produksi bisa menghasilkan 40 pak berisi 300 gram atau 15 keping biskuit. Mereka pun menjualnya dengan harga Rp 28 ribu per paknya. “Mudah-mudahan kedepan kami bisa punya toko sendiri untuk pemasarannya,” ujarnya sembari mengamini usahanya selama ini.

Direktur Akademik dan Kemahasiswaan Unusa, Umdatus Saleha mengaku senang mahasiswa Unusa mulai giat untuk mengikuti kompetisi yang digelar Kemristekdikti. Karena dengan mengikuti ajang-ajang seperti itu tidak hanya mengangkat nama mahasiswa namun juga mengangkat almamater.“Bangganya lagi, dari empat mahasiswa itu semuanya adalah mahasiswa bidikmisi. Bangga dengan mereka,” pungkas Umdatus. 

Tags: