Belasan Laporan Balon Udara Terbang di Ruang Udara Militer Yogyakarta



Sebarkan :


Views: 39

Yogyakarta - Menindak lanjuti laporan gangguan keberadaan balon udara yang disampikan pilot sejak Kamis (14/06/2018), PT Angkasa Pura I (Persero) memperingatkan masyarakat yang bermukim di Yogyakarta dan sekitarnya untuk tidak menerbangkan balon udara.

"Ada 14 laporan gangguan balon udara yang dilaporkan oleh pilot-pilot yang melintasi wilayah pengaturan ruang udara militer Yogyakarta," kata Direktur Utama AP I Faik Fahmi melalui keterangan tertulis, Minggu (17/06/2018).

Wilayah ruang udara yang dimaksud adalah kawasan seperti Wonosari, Kebumen, Sleman, Solo, Kulon Progo, Purworejo, dan Cilacap.Ukuran balon pun bervariasi, dengan panjang bisa mencapai 10 hingga 15 meter dan terbang dengan ketinggian 35 ribu kaki. Ini sama dengan ketinggian jelajah pesawat komersial.

Bahkan, ada dua balon udara yang berhasil diamankan kemarin. Masing-masing dari Piyungan dan Patuk yang diterbangkan oleh warga.

Faik mengingatkan, balon udara telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, di mana pasal 421 ayat (2) menyatakan setiap orang yang membuat halangan dan atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan dipidana dengan penjara paling lama 3 tahun dan atau denda maksimal Rp 1 miliar.

"Mengingat bandara salah satu area yang masuk ke dalam kawasan keselamatan operasi penerbangan, kami senantiasa bekerja sama dengan seluruh pihak seperti Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, AirNav Indonesia, TNI, maskapai penerbangan dalam melakukan pengawasan balon udara di kawasan bandara," tutur Faik.

Meski tidak dilarang dan diperbolehkan selama mengikuti prosedur yang berlaku, ada beberapa hal yang perlu diketahui pada bagian badan pesawat yang rawan terkena balon udara. antara lain bagian hidung, mesin, dan ekor pesawat.


Apabila terkena bagian hidung pesawat, maka bisa menutupi bagian jendela serta pitot static, alat pembaca temperatur dan ketinggian pesawat terbang.

Gangguan navigasi ini juga timbul apabila balon mengenai bagian ekor pesawat, di mana terdapat rudder yang menjadi kemudi dalam mengontrol pesawat di udara.

Sementara pada mesin, terhisapnya balon udara dapat membuat mesin terbakar bahkan mati seketika.

Tags: