Bawaslu Lanjutkan Sidang Gugatan JR Saragih



Sebarkan :


Views: 70

Medan - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara (Sumut) kembali menggelar sidang atas gugatan termohon Jopinus Ramli (JR) Saragih - Ance Selian terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memutuskan pasangan calon gubernur itu tidak memenuhi syarat (TMS) dalam kontestasi pemilihan gubernur (Pilgub) Sumut, Selasa (27/2).

Dalam sidang gugatan yang dipimpin Hardy Munthe dan anggota sidang, Syafrida Rasahan, menghadirkan Kepala Biro Teknis dan Humas KPU Nur Syarifah, dan Kepala Sub Bagian Teknis dan Humas KPU Sumut Harry Dharma, sebagai saksi. Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, hanya memberikan keterangan tertulis karena tidak dapat hadir dalam sidang.

Proses persidangan ini juga dihadiri Ketua KPU Sumut Mulia Banurea, dan Komisioner KPU Benget Silitonga dan Iskandar Zulkarnain. Persidangan yang digelar di Kantor Bawaslu Sumut ini, juga disaksikan oleh ratusan massa pendukung JR Saragih - Ance Selian yang datang dari berbagai daerah.

Nur Syarifah yang dihadirkan dalam kapasitas sebagai saksi menyampaikan, pasangan JR Saragih - Ance Selian tidak seharusnya dinyatakan tidak memenuhi syarat pada tanggal 17 Januari 2017. KPU Sumut seharusnya menetapkan pasangan ini belum memenuhi syarat (BMS). Kemudian, surat tanggal 22 Januari 2018 tidak dapat dijadikan alasan tidak meloloskan pasangan calon karena verifikasi dilakukan tanggal 21-27 Januari 2018.

"Berita acara yang tidak disertai stempel itu tidak bisa dijadikan acuan dasar melainkan Permendiknas tentang nota dinas. Berita acara tanggal 17 Januari 2018 itu keliru, sebab PKPU tidak mengenal kata konfirmasi. Seharusnya, berita acara itu diisi dengan kata belum terklarifikasi," ujarnya.

Anggota majelis sidang, Syafrida Rasahan juga mempertanyakan persoalan dokumen yang selanjutnya diverifikasi dan muncul kata belum terkonfirmasi, yang menjadi akar permasalahan gugatan dari pasangan JR Saragih - Ance Selian, kepada saksi. Nur Syarifah menjawab, dokumen pertama dan kedua atas pasangan itu harus menyatu dalam satu kesatuan.

Dalam persidangan itu, Hardy Munthe selaku pimpinan majelis sidang, sempat memberikan peringatan kepada Komisioner KPU Sumut, Benget Silitonga. Teguran itu karena Benget menyela keterangan saksi tanpa persetujuan dari majelis. Teguran diberikan sebanyak dua kali.

"Tidak boleh menyela, harus melalui majelis. Ini yang terakhir ya, saudara jangan menyela, ini peringatan terakhir buat saudara," tegasnya.

Sementara itu, ada lima dari kuasa hukum dari pasangan JR Saragih - Ance Selian, yang hadir mengikuti sidang gugatan. Dua di antaranya, Ikhwaluddin Simatupang dan Hermansyah Hutagalung meyakini, pasangan JR Saragih - Ance Selian akan masuk dalam bursa Pilgub Sumut, untuk bertarung melawan pasangan Edy Rahmayadi - Musa Rajekshah dan Djarot Saiful Hidayat - Sihar Sitorus.

Sumber: BeritaSatu.com

Tags:

#medan #bawaslu