Basumi : MUI Melarang Masjid dijadikan Tempat Kampanye dan Berpolitik



Sebarkan :


Views: 82

Bekasi-Tabligh akbar yang diselenggarakan oleh Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Bekasi, di Masjid Al-Azhar Jakasampurna Bekasi, Rabu (29/5/2018). Dihadiri ketua MUI Bekasi, DR. KH. Basumi, M.Pd.

DR. KH. Basumi, M.Pd dihadapan undangan dan jamaah tabligh akbar menyampaikan pesan dalam ceramahnya. Bahwa umat Islam wajib berpolitik tetapi harus pada tempatnya. “Umat islam Wajib berpolitik, tetapi tidak menjdikan masjid sebagai tempat untuk berpolitik praktis” jelasnya.

DR. KH. Basumi juga mempertegas bahwa MUI melakukan rapat dan melarang masjdi di jadikan tempat untuk berkampanye dan berpolitik praktis. “MUI sudah mengeluarkan larangan bagi siapapun berkampanye politik di masjid” tandasnya.

Tabligh akbar menolak adanya radikalisme dan berkampanye politik praktis itu di masjid dihadiri Pengurus masjid se-Bekasi, alim ulama Bekasi, ormas se-Bekasi dan anak yatim piatu.

Selain di isi dengan ceramah agama di akhir tabligh akbar, undangan yang hadir sepakat secara bersama – sama membaca deklarasi Tolak Radikalisme dan Berkampanye Politik Praktis di Masjid. Adapun isi dari deklarasi itu adalah Mengutamakan fungsi masjid untuk tempat beribadah kepada Allah SWT, Menjadikan masjid sebagai sarana untuk mempersatukan ummat, dan Menjaga kesucian masjid dari kegiatan kampanye politik praktis dan radikalisme.

Tags: