Ansor Surabaya : Pendakwah Jangan Hanya Mencari Sensasi



Sebarkan :


Views: 64

Surabaya - Rencana kedatangan Gus Nur di Masjid Darus Salam Blimbing, Paciran, Lamongan pada Sabtu 14 Juli 2018 pukul 19.00 dalam acara Isya Berjamaah dan Halal Bihalal mendapat respon Ketua PC Ansor Kota Surabaya M Faridz Afif.

Saat ditemui di Surabaya, Rabu (11/7/2018), Afif sapaan akrabnya menilai bahwa Gus Nur adalah orang yang mencari sensasi. Sebab, kata dia, semangat Gus Nur dalam mencela pemerintah yang dipimpin Presiden Joko Widodo sangatlah kuat.

"Kami akan koordinasi dengan Ansor Lamongan terkait acara Gus Nur. Pada prinsipnya Gus Nur adalah orang yang mencari sensasi atas dirinya sendiri yang kecewa dengan pemerintah," katanya.

Menurut dia, Gus Nur sosok mubaligh yang memang dikenal baik. Meski demikian, adanya unsur kekecewaannya dengan kepada Negara yang dipimpin oleh Presiden Jokowi inilah yang membuatnya melakukan propaganda.

"Ia sering melakukan dakwah-dakwah yang amat keras untuk menentang pemerintah. Bahkan, Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) sempat dihina gara-gara berteman dengan Pak Jokowi," terangnya.

Dan sampai hari ini, lanjut Afif, Gus Nur memusuhi Gubernur yang dikenal Intelektual dan Ulama Berpikiran Jernih. Sebagai penceramah, Gus Nur, kata dia, harusnya lebih santun dalam berdakwah kepada masyarakat yang mayoritas umat islam.

"Tolonglah diajarkan yang baik-baik saja kepada masyarakat. Jangan diajari tata cara kekerasan atau keras dalam menyikapi persoalan. Keras boleh tapi jangan melalui media-media masjid," ulasnya.

Menurut dia, sikap Gus Nur dinilai kurang etis lantaran akhlak seorang muslim tidaklah demikian. Di mana, sering berkata jorok dan kasar yang sangat tidak pantas menjadikan sebagai penceramah. "Itu tidak mencerminkan Islam sama sekali. Islam itu kan yang pertama itu berasal dari akhlakul karimah," tambahnya.

Ditanya apakah dalam waktu dekat akan koordinasi dengan Ansor Lamongan, Afif mengaku belum menindaklanjuti terkait kedatangan Gus Nur. "Belum, hari ini belum. Mungkin nanti Ansor Lamongan yang akan koordinasi dengan PW Ansor Jatim," imbuhnya.

Meski begitu, Ansor tidak akan mempermasalahkan jika dakwah-dakwahnya bernuansa kebaikan. Di mana, dakwah yang mengajak masyarakat untuk berbuat baik. "Tapi, kalau sudah melakukan pemberontakan kepada Negara, penghianatan terhadap Negara, pelecehan tata Negara, Ansor dan Banser akan berada di depan," pungkas Afif. 

Tags: