Anggota Polres Rejang Lebong Temukan Tanaman Ganja di Kebun Kopi.



Sebarkan :


Views: 24

Bengkulu - Anggota Unit Narkoba Kepolisian Resor (Polres) Rejang Lebong, Bengkulu, kembali menemukan puluhan batang pohon ganja di kebun kopi milik warga Desa Lubuk Alai, Kecamatan Sindang Beliti Ilit (SBI).

Tanaman ganja yang ditemukan sebanyak 66 batang itu, masih berusia sekitar dua bulan dengan ketinggan 30 sentimeter. Diduga tanaman ganja ini sudah sejak lama ditanam di daerah tersebut.

Kepala Polres Rejang Lebong, AKBP Napitupulu Yogi Yusuf, di Bengkulu, Minggu (22/10), membenarkan anggotanya menemukan tanaman ganja di kebun kopi milik warga Desa Lubuk Alai, Kecamatan SBI, pada Sabtu (21/10) lalu.

"Penemuan puluhan batang tanaman ganja di kebun kopi milik salah satu warga Desa Lubuk Alai oleh anggota Unit Narkoba tersebut, berawal dari laporan masyarakat yang merasa ada sesuatu di kebun kopi tersebut," ujarnya.

Atas laporan itu, anggota Unit Narkoba bergerak menuju lokasi sasaran di Desa Lubuk Alai, Kecamatan SBI dengan berjalan kaki selama 5 jam menuju lokasi kebun kopi tersebut.

Sampai di kebun kopi yang dituju anggota langsung melakukan penyisiran dan berhasil menemukan sebanyak 66 batang pohon ganja berusia dua bulan yang ditanam di sela-sela tanaman kopi.

"Tanaman ganja sengaja mereka tanam secara acak di sela tanaman kopi agar tidak diketahui masyarakat. Namun, sepandai-pandai menyembunyikan sesuatu akhirnya terbongkar juga dan kejahatan tersebut diketahui masyarakat setempat," ujarnya.

Namun, sayangnya polisi tidak berhasil menangkap pemilik tanaman ganja tersebut, karena kebun kopi tidak ditunggu pemiliknya. Diduga pemilik kebun kopi sudah mengetahui polisi akan datang, sehingga lebih dulu melarikan diri.

"Sekarang kami masih mengumpulkan keterangan dan data dari masyarakat setempat, untuk mengetahui siapa pemilik kebun kopi yang menanam ganja tersebut. Jika identitas pemilik kebun kopi sudah diketahui, anggota kita perintahkan segera bergerak untuk meringkus pemilik kebun tersebut," ujarnya.

Kapolres Rejang Lebong mengimbau masyarakat yang mengetahui identitas dan keberadaan pemilik kebun kopi di Desa Lubul Alai yang ditanami ganja segera melaporkan ke polisi, sehingga pemiliknya dapat dibekuk dalam waktu dekat.

Selain itu, Kapolres meminta masyarakat yang mengetahui ada ladang ganja di sekitar tempat tinggalnya segera melaporkan ke polisi setempat. Dengan demikian, pemilik kebun ganja dapat ditangkap dan diproses secara hukum.

Sebab, tidak dibenarkan sama sekali masyarakat menanam ganja baik sengaja maupun tidak sengaja. Warga yang tertangkap tangan menanam ganja akan diberikan sanksi hukum yang berat.

Karena itu, masyarakat diimbau Rejang Lebong, agar tidak tergiur dengan bisnis ganja meski harganya mahal dibanding kopi. Sebab, jika tertangkap polisi hukuman yang akan diterima belasan tahun penjara.

"Jadi, mulai sekarang petani jangan tertarik iming-iming dari oknum masyarakat tak bertanggung jawab untuk mendapatkan uang banyak dengan menanam ganja. Sebab, jika tertangkap dan terbukti menanam ganja akan mendapat sanksi hukum yang berat," ujarnya.

Kapolres menambahkan, puluhan batang pohon ganja usia muda yang ditemukan di kebun kopi masyarakat itu, diangkut ke Mapolres Rejang Lebong sebagai barang bukti untuk mengusut pemilik kebun kopi tersebut.


Sumber: BeritaSatu.com

Tags:

#Sumatra #TemuanGanja