Aksi May Day Berujung Ricuh di Pertigaan UIN Jogja



Sebarkan :


Views: 107

Yogyakarta- Peringatan Hari Buruh atau May Day 2018 di pertigaan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (1/5/2018) sore berbuntut ricuh.

Aksi yang dilakukan oleh aliansi mahasiswa yang tergabung dalam GERAM (Gerakan 1 Mei) ini berbuntut pada pembakaran dan melempar bom molotov ke pos polisi di tempat tersebut.

Selain melakukan pembakaran pos polisi, massa juga memblokir jalan dan membakar ban tepat di tengah jalan pertigaan lampu merah depan kampus UIN.

Sejumlah tuntutan massa melalui orasi yang disampaikan yakni turunkan harga BBM, perbaikan upah pekerja, cabut Perpres 20/2018 tentang Tenaga Kerja Asing, tolak pembangunan Bandara Kulon Progo, hingga menyinggung Sultan Ground dan Pakualaman Ground dan pencabutan nota kesepahaman perbantuan TNI ke Polri.

Massa tampak masih berorasi secara bergantian. Sejumlah poster juga dibawa bertuliskan kecaman terhadap kebijakan pemerintah dan harapan para mahasiswa serta pekerja. Juga bendera bertuliskan asal elemen mahasiswa yang berdemo.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Kapolda DIY) Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Dhofiri menyayangkan aksi demo tersebut, padahal sebelumnya berjalan kondusif namun pada akhirnya diwarnai kericuhan.

“Kita sayangkan dari beberapa rekan mahasiswa entah dari kelompok mana, unjuk rasa isinya bukan terkait masalah buruh, tapi masalah yang lain-lain. Tidak jelas. Yang jelas elemen buruh dipusatkan di Malioboro tertib, kita fasilitasi. Tiba-tiba muncul kelompok mereka disini, tidak ada pemberitahuan” ujarnya.

Tags: