​539 Kaleng Infaq SD Muhammadiyah 18 Untuk Pendidikan



Sebarkan :


Views: 197

Surabaya-Semangat kebersamaan siswa-siswi SD Muhammadiyah 18 Surabaya patut ditiru. Mereka rela menyisihkan sebagian uang saku untuk diinfaqkan. Uang tersebut nantinya digunakan untuk pembangunan dalam hal pendidikan yang ada di Kota Pahlawan.

Para siswa yang berjumlah 539 anak ini telah menyisihkan uang jajannya setiap hari. Selama tiga bulan kemarin uang sakunya memang sengaja diperuntukkan kepada sesama yang membutuhkan dan disalurkan melalui Lazizmu.

"Uang saku saya Rp7 ribu dan setiap hari saya sisihkan Rp500. Selama menabung juga tidak pernah kekurangan untuk membeli jajan," cetus Indra Setyo siswa kelas III SD Muhammadiyah 18 Surabaya saat ditemui di sekolahnya pada saat prosesi penyerahan infaq, Senin (7/8/2017)

Sementara, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 18 Surabaya Ainul rofiq menuturkan bahwa dalam mendidik anak untuk berinfaq dan peduli antar sesama ini menjadikan seorang anak dermawan.

"Selain membentuk karakter anak peduli kepada sesama, ini merupakan wujud nyata dari pembiasaan sikap dan prinsip setara bersaudara dan saling berbagi satu sama lain sejak dini," katanya.

Teknisnya, lanjut Rofiq, anak-anak diberikan kaleng untuk dibawa pulang di rumahnya masing-masing sejak tiga bulan lalu. Dan sengaja dipersiapkan untuk infaq dengan model celengan untuk disalurkan ke pendidikan di Kota Surabaya.

"jadi kami sengaja tekankan untuk pendidikan malalui infaq. jumlah kaleng tersebut berjumlah 539 atau total dari seluruh siswa SD Muhammadiyah 18, dan bulan Agustus ini dikumpulkan untuk disalurkan melalui lembaga yang berwenang yakni Lazizmu," jelasnya.

sementara, prosesi penyerahan ini disaksikan langsung oleh Sekretaris Umum Pimpinan Muhammadiyah Kota Surabaya Arif An. Menurutnya, Kegiatan ini sejalan dengan gerakan islam berkemajuan. Dan Muhammadiyah memandang bahwa HUT Kemerdekaan RI kali ini bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

"HUT kemerdekaan kali ini kita berpikir soal kemiskinan yang mengakibatkan anak putus sekolah. Nah, Muhammadiyah melihat kemerdekaan ini tidak hanya disyukuri dengan foya-foya menghamburkan dana saja. Tapi membantu warga miskin yang membutuhkan," urainya.

Menurut Arif An, merdeka bukan bebas dari penjajah melainkan juga merdeka dari kemisikinan. Pihaknya memandang bahwa keterbelakangan dari jurang pendidikan yang masih menganga. "Sekarang ini kan SMP dan SMA mulai membayar lagi. Memaknai Kemerdekaan dengan Semangat Filantropi, Memberi Untuk Negeri," katanya.

Dengan berinfaq ini, lanjut Arif An, anak-anak mulai dari kecil ditanamkan sifat dermawan dan peduli antar sesama. "Kita ingin anak Muhammadiyah ini memiliki kebiasaan memberi. Meski bukan dari orang kaya tapi mereka beruntung bahwa masih ada yang jauh lebih miskin dari kita, dan kita wajib membantu," tambahnya.

Di kesempatan sama, Andri Kurniawan yang mewakili dari Lazizmu Kota Surabaya mengatakan bahwa dalam waktu dekat hasil infaq siswa SD Muhammadiyah 18 akan dihitung terlebih dahulu sebelum disampaikan ke publik melalui majalah terkait total keseluruhan infaq. "Kami akan hitung dulu sebelum menyampaikan totalnya," katanya.

Menurut Andri, hasil infaq ini nantinya bakal ditekankan di bidang pendidikan khususnya di Kota Surabaya. "Program ini sesuai dengan kita di beasiswa yang namanya Ayo Belajar Rek," pungkasnya.

Tags: