4 Tuntutan Pokok KASBI di May Day 2018



Sebarkan :


Views: 33

Jakarta - Nining Elitos, aktivis buruh dari Kongres Aliansi Buruh Indonesia (KASBI) Jakarta (1/5/2018) menegaskan 4 tuntutan pokok buruh di May Day 2018.

Nining menyampaikan ada 4 tuntutan yang menjadi perioritas dari KASBI yaitu mendorong penghapusan sistem kontrak kerja outsourching, alih daya, mempersoalkan uu no.78/2015 tentang pengupahan, turunkan harga bbm, tarif listrik, dan kebutuhan pokok dan meminta kepada pemerintah untuk menghentikan kriminalisasi kaum buruh dan tani, miskin kota yang telah berjuang atas persoalan mereka sehingga berujung pada kriminalisasi.

Nining juga menyampaikan terkait menyikapi perpres 20 tahun 2018 tentang penggunaan TKA. "kaum buruh dengan tegas tidak alergi dengan tenaga kerja asing, tetapi keberadaan mereka diatur dan tidak diliberalkan karena ada aturan main yang dibuat oleh pemerintah melalui kementerian yaitu batasan yang boleh atau tidak , tinggal bagmana kepatuhan penegakan hukum dan pengawasannya yang dilakukan oleh pemerintah" urainya.

Sementara terkait kebijakan presiden Jokowi-JK, Nining mgatakan saat ini masih jauh dari harapan kaum buruh dan rakyat. "Padahal kaum buruh dan rakyat telah menghantarkan mereka duduk dalam tampuk kekuasaan. Rezim Jokowi-JK gagal mensejahterakan rakyat, gagal memberikan ruang-ruang perlindungan terhadap rakyat dan buruh, gagal memberikan ruang demokrasi bagi buruh dan rakyat" jelas Nining.

Untuk Pilpres 2019 mendatang, menurut Nining kaum buruh tidak mempersoalkan siapa yang dipilih oleh rakyat yang terpenting adalah presiden harus benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat dan buruh. "Pergantian rezim dan presiden saat ini dinilai tidak membela kepentingan rakyat, seperti rakyat tidak mengelola sumber daya alam, tetapi lebih kedepankan para investor, kaum modal. Karena itu, mendesak kepada pemerintah untuk berpihak kepada rakyat agar ada keadilan bagi rakyat.

Tags: