​1.500 Kacamata Gratis untuk Siswa di Surabaya



Sebarkan :


Views: 13

Surabaya-Masayu, kini sudah bisa melihat dengan normal. Sebelumnya, perempuan mungil ini selalu terganggu dengan kondisi matanya. Berulang kali guru menuliskan di papan tulis, ia tidak bisa menerima dengan baik. Hal ini dikarenakan matanya harus menggunakan alat bantu berupa kacamata.

Namun, kini Masayu, siswi kelas 5 SDN Panjang Jiwo 1 Surabaya memancarkan senyum lebarnya. Kacamata dengan frame berwarna pink telah menempel di matanya. Masalah selama proses belajar mengajar di sekolah telah terpecahkan. Bahkan, Masayu berjanji bisa belajar lebih giat lagi dan ingin meraih ranking terbaik dan cita-citanya selama ini. “Dulu memang kesulitan saat guru menerangkan sambil menulis di papan. Meski duduk di bangku paling depan, tetap saja sulit dan harus memaksa melihat. Dengan kacamata ini sangat membantu, terima kasih,” ucapnya usai menerima kacamata gratis lengkap dengan boxnya.

Ya, Selasa (5/12/2017), Masayu beserta ratusan temannya telah menerima kacamata gratis dari Indomaret dan Yayasan Lions Indonesia (YLI). Bukan Masayu saja yang mendapatkan alat bantu melihat tersebut, melainkan 1.500 siswa yang ada di Kota Pahlawan juga mendapatkan hal serupa. Selain itu, 4.833 siswa dari 20 SD di Surabaya juga mengikuti pemeriksaan mata secara gratis. Tak ketinggalan juga para guru dan tenaga sekolah juga memeriksakan matanya.

Pemberian ini berasal dari donasi pelanggan Indomaret dan YLI selama periode 1 November hingga 31 Desember 2016. Sejumlah Rp 1,6 miliar lebih melalui program Peduli Indomaret ‘Mataku Jendelaku’. Program ini memang difokuskan pada anak-anak agar terwujud kehidupan yang lebih baik.

Diberikannya kacamata gratis ini semata-mata untuk meningkatkan mutu pendidikan anak-anak. Terlebih bagi anak sekolah yang kebanyakan tidak menyadarinya atau sengaja mengabaikannya akan kesehatan matanya. Duduk dibangku deretan paling depan identik dengan anak yang rajin dan pintar. Disisi lain, para guru dan orang tua wajib menyelidiki kebiasaan anak tersebut. Apalagi sebelumnya anak tersebut duduk di deretan paling belakang.

Branch Manager PT Indomarco Prismatama Gresik, Liangki Iskandar mengatakan bahwa anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus dijaga. Oleh karenanya, perlu adanya sarana untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas anak-anak di Indonesia. “Salah satunya dengan memeriksa mata dan memberikan kacamata gratis,” kata Iskandar disela proses pemeriksaan mata kepada ratusan siswa SDN Panjang Jiwo 1, kemarin.

Menurut dia, masalah pengelihatan anak-anak menjadi kendala tersendiri ditengah gempuran media sosial (medsos) melalui handphone. Anak-anak acap kali terpapar pada masalah pengelihatan. Sehingga menjadikan sang anak dianggap bodoh. “Padahal, kan masalahnya sang anak tidak bisa melihat secara seksama,” terangnya.

Dengan memeriksakan mata dan memberikan kacamata, Iskandar berharap, kualitas seorang siswa semakin baik. “Dan para generasi muda semakin unggul,” imbuhnya. Ia pun berharap, pelanggan setia Indomaret dapat terus mendukung kegiatan kemanusiaan agar program sosial dapat terus berjalan dan bermanfaat bagi banyak orang.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum YLI, Willy Suwandi Dharma mengaku bersyukur dengan adanya Indomaret yang mendukung kepedulian YLI terhadap kesehatan mata anak-anak. “Kami bangga dapat terlibat dalam program donasi pelanggan indomaret ini,” tuturnya.

Tags: