10 Anggota DPRD Sumut Kembalikan Uang Korupsi



Sebarkan :


Views: 106

Medan - Sepuluh anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) mengembalikan uang suap dari Gatot Pujo Nugroho saat dia masih menjabat sebagai gubernur. Pengembalian uang bernilai ratusan juta rupiah per orang itu dilakukan saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan di Markas Brimob Sumut.

"Berdasarkan informasi yang diperoleh, sudah sepuluh anggota DPRD yang mengembalikan uang melalui penyidik. Itu dalam kurun waktu dua hari KPK melakukan pemeriksaan," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (18/4).

Febri mengatakan, pihaknya menghargai pengembalian uang oleh anggota DPRD Sumut tersebut. KPK akan mempertimbangkan upaya kooperatif dari anggota DPRD Sumut itu, termasuk dalam mempertimbangkan keringanan hukuman.

Beredar informasi, masing-masing anggota DPRD Sumut mengembalikan uang mulai dari Rp 300 juta sampai Rp 350 juta. Proses pengusutan kasus dugaan suap anggota DPRD Sumut oleh Gatot memang masih terus dilakukan.

Dalam perkembangan penyidikan oleh KPK, ada 38 orang mantan dan anggota DPRD Sumut yang ditetapkan sebagai tersangka.

Namun, Evi Diana Sitorus, istri Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, tidak tercatat dalam daftar tersangka meskipun dia pernah diperiksa oleh penyidik.

Mantan dan anggota DPRD Sumut yang ditetapkan sebagai tersangka antara lain Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M Yusuf Siregar, Muhammad Faisal, DTM Abul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan, Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser Verawaty Munthe, Dermawan Sembiring, Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan Sarumaha, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando Tanuray Kaban, Tunggul Siagian, Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah, dan Tahan Manahan Panggabean.

Mereka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 Ayat (1) dan Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.



Sumber: BeritaSatu.com
Tags: